HARI BHAKTI PU KE-72 DI GELAR DI KOTA SINGKAWANG

Hari Bhakti PU ke-72 "Gerakan Peduli Mitigasi Bencana"



BWSK I menggelar kegiatan Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Kalimantan Barat, bersama DWP PUPR Kalbar, BBPJN XI serta Satker PSPLP Kalbar, menanam pohon pada hari Bhakti PU ke 72 digelar di Embung Pajintan Kota Singkawang.


 BALAI Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) menggelar kegiatan Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Kalimantan Barat. Kegiatan digelar BWSK I bersama Dharma Wanita Persatuan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DWP PUPR) Kalbar, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI (BBPJN XI), dan Satyuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (Satker PSPLP) Kalbar.

 Gerakan Peduli Mitigasi Bencana digelar serempak di seluruh Indonesia pada 27-28 November 2017. Kegiatan yang digelar berupa penanganan sampah (27/11) dan penghijauan berupa penanaman pohon (28/11).

Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Kalbar dipusatkan di Kota Singkawang.Dalam arahannya, Dr Ir M Basuki Hadimulyono MSc, Menteri PUPR menyampaikan, Hari Bakti PU ke-72 mengambil tema perlindungan dan optimalisasi fungsi situ, danau, embung, waduk, dan sumber air permukaan lainnya. Tema tersebut mengandung makna, saat ini yang menjadi penyebab utama bencana alam di Indonesia adalah penyempitan badan air, alih fungsi lahan, sedimentasi, dan pendangkalan, serta hilangnya mata air.

“Untuk itu, upaya perlindungan dan optimalisasi fungsi air, seperti situ, danau, embung, dan waduk sangat penting dilakukan agar air yang melimpah fungsinya tidak menjadi bencana bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara itu, dalam laporannya, Ir Iriandi Azwartika SP1, ketua panitia penyelenggara Gerakan Mitigasi bencana dalam Hari Bakti PU ke-72 di Kalbar menyampaikan, kegiatan memiliki tiga agenda utama, yaitu kunjungan ke tempat penanganan sampah, sarasehan, dan penghijauan.

“Kegiatan penanganan sampah kami gelar di TPS 3R Gayung Bersambut, Kelurahan Semelagi Kecil, Singkawang Utara,” ujarnya.

Sarasehan digelar di aula Hotel Dangau Singkawang, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ir Rudolf MKes membawakan materi penanganan sampah, Hendri Sutrisno ST MT materi mitigasi dan manajemen bencana, serta Fajar materi konservasi Mempawah Mangrove Park.

“Untuk materi penanganan sampah dipaparkan terkait pengelolaan sampah melalui pola pendekatan berbasis masyarakat,” katanya.

Manajemen bencana berupa segala upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat, dan setelah bencana. Mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarkaat pada kawasan rawan bencana.

Materi konservasi terkait upaya Mempawah Mangrove Conservation dalam mencegah abrasi di kawasan pesisir Desa Pasir.

“Untuk kegiatan penghijauan kami lakukan di Embung Pajintan Singkawang. Kami tanam sebanyak 700 bibit pohon buah. Selain itu, terdapat total 4.300 bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan gerakan peduli mitigasi bencana di Kalbar,” pungkasnya.

 Sementara itu  Asisten II Walikota Singkawang, Bujang Sukrie mengatakan pembangunan Embung pajintan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Singkawang.


Share this

Related Posts

Previous
Next Post »