SINGKAWANG Meriahkan Event " SURABAYA CROSS CULTURE INTERNATIONAL FOLK ART FESTIVAL KE 14 TAHUN 2018 "

Kota Singkawang Hadiri Event
Surabaya Cross Culture International
Folk Art Festival Ke-14 Tahun 2018

Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie,SE & Wakil Walikota Singkawang Drs. H. Irwan, M,Si saat berfoto bersama putri Pariwisata Kota Singkawang di Event Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival, (photo edo pavo).
Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie,SE & Wakil Walikota Singkawang Drs. H. Irwan, M,Si saat berfoto bersama putri Pariwisata Kota Singkawang di Event Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival, (photo edo pavo).

SURABAYA, - Pemerintah Kota Surabaya Menggelar " SURABAYA CROSS CULTURE INTERNATIONAL FOLK ART FESTIVAL KE 14 TAHUN 2018 " yang terlaksana di jalan Tunjungan. Ibu Tri Risamaharini selaku Walikota Surabaya membuka sekaligus memberangkatkan  para delagasi tersebut. Event tahunan ini dihadiri oleh 210 peserta yang terdiri dari 10 Negara dan 3 Kota di Indonesia. Berikut daftar 10 nama negara yang berpartisipasi dalam event tersebut :
  1. Cina
  2. Korea Selatan
  3. Polandia
  4. Mexico
  5. Rumania
  6. Russia
  7. Bulgaria
  8. Jerman
  9. New Zealand
  10. Uzbekistan
Dan berikut 3 nama Kabupaten / Kota yang berpartisipasi dievent tersebut :
  1. Kabupaten Bone
  2. Kota Singkawang
  3. Kota Banjarmasin
Masing-masing delegasi menampilkan tarian populer yang berasal dari negara / daerah meraka. Kota Singkawang sendiri menampilkan tarian etnis  suku  dayak yang dinamakan tarian BASAPAK.
Penari Kota Singkawang saat membawakan tarian daerah Basapak
Penari kota singkawang saat membawakan tarian daerah yang bertema Basapak
Setelah melakukan tarian, para delagasi / peserta festival menuju arakan parade becak dan menuju kantor Walikota Surabaya yang merupakan finish parade tersebut.
Walikota Singkawang beserta rombongan lainnya saat menaiki arakan parade becak
Walikota Surabaya Ibu Ir. Tri Rismaharini, M.T. " Festival ini merupakan untuk memperkenalkan kepada masyarakat dunia khusunya warga negara indonesia, bahwa kota Pahlawan mempunyai daya tarik khas dan merupakan salah satu destinasi wisata, seni dan budaya ".
Walikota Surabaya Ibu Rismaharini saat membuka Surabaya Cross Culture International Folk Art Festival
Suatu kehormatan tersendiri dimana kami mewakili Kota Singkawang bisa dapat hadir di Festival Tahunan ini dan memperkenalkan Seni & Budaya Kota Singkawang. Kedepannya Singkawang bisa mengadakan Event seperti ini, selain event Cap Go Meh yang merupakan event tahunan nanti kita coba melakukan hal yang sama seperti Festival Surabaya ini, Tutur Tjhai Chui Mie,SE Walikota Singkawang.



Salam #SINGKAWANGHEBAT
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.


#SINGKAWANGINFO #BLOGGERSINGKAWANG

BUKBER Anak-Anak Panti Asuhan, CHAIR : Tjhai Chui Mie - Irwan MERAKYAT

Silaturahmi dan berbuka Puasa bersama Walikota Singkawang dengan anak-anak Panti Asuhan
serta pengurus Masjid se-Kota Singkawang

Photo Buka Puasa Bersama Walikota Singkawang
Tjhai Chui Mie,SE Walikota Singkawang buka puasa bersama anak yatim dan pengurus masjid sekota singkawang dikediamannya rumah dinas jalan kridasana  
Singkawanginfo.com, Singkawang - Rumah dinas Walikota Singkawang Ibu Tjhai Chui Mie,SE penuh di hadiri oleh anak-anak panti asuhan dan pengurus masjid sekota singkawang saat Buka Puasa Bersama atau yang sering disingkat BUKBER dan juga dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA).

Kegiatan buka puasa bersama tersebut diadakan dikediaman rumah dinas walikota singkawang jalan kridasana, jumat (01/06/2018).

Photo buka puasa bersama walikota singkawang
Suasana buka puasa bersama dikediaman rumah dinas  Tjhai Chui Mie,SE Walikota Singkawang

" Kegiatan Buka Bersama ini adalah Momen Pertama Kami, Saya dan Pak Irwan sebagai Kepala Pimpinan Daerah yang dimana kami bisa saling berbagi bersama mereka (Anak Yatim - Panti Asuhan) sebanyak 553 orang dan para pengurus Masjid 228 orang yang hadir pada hari ini ", tutur Beliau.

Tjhai Chui Mie & Irwan berfoto bersama dengan anak-anak panti
Tjhai Chui Mie juga berkata " Momen BUKBER ini bertepatan dengan hari lahirnya Pancasila, yang dimana kita ketahui semuanya bahkan dunia Indonesia merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Dan keanekaragaman suku, bahasa, agama yang ada di Indonesia adalah  Semangat Pancasila  dan Ideologi yang harus  wajib kita terapkan untuk menjaga Semangat Persatuan dan Kesatuan yang kita pegang erat dan junjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung didalamnya, ber-Ketuhanan yang Maha Esa, mewujudkan Kemanusiaan yang adil dan beradab di seluruh sektor kehidupan dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Dan khususnya Kota Singkawang yang kita cintai ini.

wallpaper ucapan peringatan hari lahirnya Pancasila
Banner ucapan hari lahirnya Pancasila 1 juni 2018
Mari bersama-sama kita jaga keberagaman ini agar bisa terwujud dan terciptanya Visi Misi Kami berdua Saya dan Pak Irwan  untuk menjadikan Kota Singkawang menjadi HEBAT!.

Salam #SINGKAWANGHEBAT
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.


#SINGKAWANGINFO #BLOGGERSINGKAWANG

GenPI Singkawang

Generasi Pesona Indonesia ( GenPI )


logo GENPI ( Generasi Pesona Indonesia )

Ayo gabung bersama Generasi Pesona Indonesia ( Genpi). Kamu netizen aktif, suka pariwisata , travelling, kulineran, nulis blog, fotografi, bikin video atau nge vlog ? yukkk gabung di komunitas laskar digital pariwisata Indonesia GenPI.

Apa itu GenPI ?

Mengenal lebih dekat Genpi, Genpi adalah komunitas netizen ( termasuk blogger) yang suka Pariwisata. Buat kamu yang suka piknik, suka kulineran, suka foto atau jalan jalan ke destinasi wisata cocok banget nih… Genpi sifatnya relawan dan komunitas ini dibentuk oleh Kementerian Pariwisata RI. Singkatan GenPI itu sendiri adalah Generasi Pesona Indonesia.

Kenapa Harus GenPI ?

Gabung di GenPI itu asik dan seru abiss….. kamu bakal punya temen banyak se Indonesia yang sehobby dan keren abisss. Kamu juga bakal tau informasi ter-update tentang pariwisata. Misalkan destinasi baru, kebijakan pemerintah dan event pariwisata Indonesia yang spekta banget . Udah gitu kamu bakal punya banyak kesempatan mengikuti berbagai macam program dan lomba yang hadiahnya tentu seru abis dan sayang untuk dilewatkan. Nah bagaimana, udah tau donk kenapa mesti & harus wajib gabung di GenPI :)

GenPI ada dimana saja ?

GenPI ada di seluruh Indonesia. Di 34 Provinsi dan yang sudah launching ada 14 Provinsi. Kamu tidak harus berada di tempat tertentu untuk join GenPI. Misalkan kamu dari Jogja tapi lagi kuliah di Bandung kamu bisa join Genpi Jogja atau Genpi Bandung. Nah berhubung admin tinggal di Kota Singkawang - Kalimantan Barat, jadi admin GenPi Singkawang. Kamu ?

GenPI ngapain aja sih ?

Mungkin ada yang bertanya, GenPI itu kegiatannya ngapain aja sih ? nah, Genpi punya banyak aktifitas gaes… aktifitas utamanya ya promosi potensi pariwisata daerah kamu dan bakal di orkestrasi secara nasional. Seru kan,… udah gitu di Genpi kamu bakal punya banyak pengalaman baru … kegiatan dilakukan secara online dan offline. Di online kamu bisa main instagram, twitter atau facebook dan media sosial lainnya dengan konten- konten pariwisata yang seru habis… di online GenPI suka bikin trending topic loh, dan membuat hal hal positif jadi viral. Untuk kegiatan offline genpi sering kumpul- kumpul bikin event dan berpartisipasi di berbagai event pariwisata baik nasional maupun daerah. Nah buat kamu-kamu yang suka promosikan khususnya daerah Singkawang, buruan gabung.

Target GenPI itu sendiri  ?

Viral dan trending topic menjadi target utama dari GenPI. Sekain itu kamu bisa terlibat dan memberikan manfaat untuk Indonesia. Kita bakal mengenalkan destinasi baru, potensi potensi budaya dan kuliner. GenPI bahkan mengkreasi destinasi baru yang disebut Menpar sebagai Desinasi Digital melalui pasar pasar creative yang sedang digalakkan. Genpi mengorkestrasi kegiatan offline seperti pelatihan, diskusi dan fam trip. Kapan lagi daerah kita masing-masing bisa dikenal di luar daerah apalagi sampai ke mancanegara, yuk Viralkan gaes :)

Spirit GenPI apa sih ?

Genpi itu berkawan di Online dan bersahabat di Offline gaes. Spiritnya volunteer, komunitas yang berjejaring secara nasional. Di Genpi kita semua “merah putih” saling bantu dan saling dukung antar daerah. Anak muda yang keren itu adalah yang mampu memberikan manfaat. Kenapa harus di pariwisata? Nah, pariwisata itu jalan tercepat untuk mensejahterakan bangsa, saat ini sudah menyumbang PDB no 2 untuk Indonesia dan pariwisata adalah masa depan Indonesia. Kamu anak muda harus terlibat nih, membangun bangsa melalui pariwisata. Seperti admin ini :) kece badai anak muda yang keren bisa memberikan info-info yang bermanfaat buat kamu-kamu semuanya :) hehehe

Siapa saja yang boleh gabung di GenPI ?

Siapapun bisa bergabung di GenPI. Syaratnya gampang, suka pariwisata dan aktif di media sosial. Kudu punya akun facebook twitter dan instagram minimal ya gaes, lebih banyak sosmed lebih bagus lagi gaes :)

Bagaimana kalau sibuk ?

Tenang, GenPI memahami kesibukan kamu. Kita udah di zaman digital. Ketemuan bisa online. Dan tidak terikat waktu. Gak harus mengikuti segala kegiatan GenPI tapi kamu bisa membantu memviralkan berbagai kegiatan melalui postingan kamu di medsos. Sibuk boleh yang penting jangan lupa sempetin post like and share ya gaes :) masa sehari sekali kalian gak buka gadget kalian, mustahillah :) hehehe

Kode etik atau aturan yang berlaku di GenPI ?

GenPI punya kode etik khusus , No Politik, No Hoax dan No SARA. Selain itu GenPI ketika bermedsos ya berpegang pada etika dan literasi media sosial. Diingat dan dipahami terus dlakukan ya gaes :)

Nah itu tadi gaes info tentang GenPI (sumber www.genpi.co) untuk info detailnya cek link sumber genpi.co ya gaes.

GenPI punya kode etik khusus , No Politik, No Hoax dan No SARA. Selain itu GenPI ketika bermedsos ya berpegang pada etika dan literasi media sosial.

GenPI Singkawang ?

Logo GenPi Singkawang
Official Logo GenPI Singkawang

Terbentuk pada tanggal 28 Maret 2018 hari rabu lahirnya GenPI Singkawang yang terselenggara di Hotel Dangau Singkawang, dimana Dinas Pariwisata Kota Singkawang yang di Pimpin oleh Bpk. Bosni selaku Kepala Dinas sekaligus Dewan Pembina GenPi Kota Singkawang.

Makna artian dari logo GenPI Singkawang yaitu :

Font Singkawang dan GenPI mengikuti font Wonderful Indonesia. Karena GenPI adalah komunitas atau blogger yang menyukai pariwisata, kuliner, fotografi, dan lainnya yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Icon / Logo. Huruf P pada tulisan GenPI dibentuk seperti huruf S yang mewakili huruf awalan nama kota, yaitu kota Singkawang. – Warna. Warna pada Icon / Logo yang diambil dari P pada GenPI, menggunakan warna dari Wonderful Indonesia. Melambangkan atau mengidentitaskan dari program kerja Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.

Pembentukkan 3 (tiga) warna pada :

Titik huruf i, diambil dari warna 3 (tiga) etnis yang mayoritas di kota Singkawang, diwakili dengan motif “Tidayu”. Keharmonisan dari berbagai etnis di Singkawang menjadi ciri khas kota dan pedoman etnis di kota-kota lainnya. Event dari berbagai etnis ini menjadi target destinasi wisatawan lokal dan mancanegara.

Berikut susunan struktur badan pengurus di GenPI Singkawang :

Struktur Organisasi Pengurus GenPI Singkawang

So, minat ingin bergabung bersama kami di GenPI khususnya GenPI Singkawang ?

Silahkan daftar di link berikut https://genpi.armin.id/ 
Gabung juga di group WA kita di link berikut http://bit.ly/genpiSingkawangWA



Ditunggu ya gaes :)

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

#SINGKAWANGINFO #GENPISINGKAWANG #SINGKAWANGHEBAT #PESONAINDONESIA #WONDERFULINDONESIA

SINGKAWANG CULTURAL CENTER (SCC)

SCC (Singkawang Cultural Center) Wadah Media Baru Untuk Para Kreatifitas Masyarakat Kota Singkawang

View Landscape SCC (Singkawang Cultural Center)
View Landscape SCC (Singkawang Cultural Center)
Singkawang Cultural Center atau yang disingkat dengan sebutan SCC merupakan salah satu media Smart City yang akan terlaksana di Kota Singkawang dan sebut-sebut sebagai tempat Pusat Informasinya Kota Singkawang. Bangunan ini merupakan jelmaan atau wajah baru dari gedung studio yang berlokasi di jalan yos sudarso, yang di ubah bentuk / di poles dengan sedemikian rupa tapi tanpa meninggalkan bentuk aslinya.

Walikota Terpilih Kota Singkawang Ibu Tjhai Chui Mie,SE mengatakan SCC merupakan aset yang berharga untuk masyarakat Kota Singkawang, yang dimana disini nantinya akan banyak sekali tempat atau spot area untuk para pelaku Ekonomi Kreatif.
Walikota Tepilih Kota Singkawang Ibu Tjhai Chui Mie,SE saat meninjau lokasi pembangunan di SCC
Walikota Tepilih Kota Singkawang Ibu Tjhai Chui Mie,SE saat meninjau lokasi pembangunan di SCC
Pembangunan SCC sendiri sudah berjalan selama lebih dari dua bulan yang mulanya start pekerjaannya di mulai awal bulan November 2017 dan pada bulan Desember nanti tepatnya pada tanggal 18-19 Desember 2017 akan diadakan Soft Launching/Peresmian SCC, yang pada saat itu Ibu Tjhai Chui Mie,SE sudah menjabat sebagai Walikota Singkawang yang telah di lantik pada tgl 17 Desember 2017.
Banner Pemberitahuan Peresmian Singkawang Cultural Center (SCC)
Banner Pemberitahuan Peresmian Singkawang Cultural Center (SCC)
Berikut Visi Misi Pembangunan SCC (Singkawang Cultural Center) :

  • Merefleksikan Singkawang Masa Lalu, Masa Kini, dan Masa Depan.
  • Pusat Barang Seni dan Souvenir.
  • Kuliner lokal dan khas Kota Singkawang.
  • Wadah berkumpul berbagai komunitas dengan fasilitas presentasi dalam bioskop.
  • Exhibition destinasi wisata, produk lokal, kearifan lokal, potensi ekonomi, future project
SCC Merupakan Aset Yang Berharga Untuk Masyarakat Kota Singkawang
*(Baca Juga : Hari Bhakti PU Ke-72 di Gelar di Kota Singkawang - Embung Pajintan")

Traditional Food Market Area
Traditional Food Market Area

Art Shop Area
Art Shop Area
Arsitek Bangunan SCC Hendy Lim - "Kedepannya Kota Singkawang akan menjadi tempat Pariwisata yang Hebat sesuai Tema Walikota & Wakil Walikota Terpilih mewujudkan SINGKAWANG HEBAT" yang dimana para wisatawan akan senang dan nyaman jika berkunjung ke Singkawang ini, tujuan SCC di bangun salah satunya adalah untuk menarik para wisatawan baik itu lokal ataupun luar daerah bahkan luar negeri sekalipun, jadi tidak harus menunggu event CAP GO MEH saja atau event-event lainnya untuk menarik minat masyarakat atau visitor itu sendiri. Karena nantinya di SCC akan diadakan event-event setiap bulannya baik itu event seni budaya, tarian, lomba/kontes dan hal lainnya.

*(Baca Juga : Singkawang History)


Semoga dengan adanya SCC (Singkawang Cultural Center) ini Kota Singkawang menjadi lebih baik kedepannya, lebih dikenal oleh kota-kota lainnya dan pastinya lebih HEBAT dari sebelumnya.



SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.
#SingkawangInfo #SingkawangHebat #SingkawangCulturalCenter

HARI BHAKTI PU KE-72 DI GELAR DI KOTA SINGKAWANG

Hari Bhakti PU ke-72 "Gerakan Peduli Mitigasi Bencana"



BWSK I menggelar kegiatan Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Kalimantan Barat, bersama DWP PUPR Kalbar, BBPJN XI serta Satker PSPLP Kalbar, menanam pohon pada hari Bhakti PU ke 72 digelar di Embung Pajintan Kota Singkawang.


 BALAI Wilayah Sungai Kalimantan I (BWSK I) menggelar kegiatan Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Kalimantan Barat. Kegiatan digelar BWSK I bersama Dharma Wanita Persatuan Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DWP PUPR) Kalbar, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional XI (BBPJN XI), dan Satyuan Kerja Pengembangan Sistem Penyehatan Lingkungan Permukiman (Satker PSPLP) Kalbar.

 Gerakan Peduli Mitigasi Bencana digelar serempak di seluruh Indonesia pada 27-28 November 2017. Kegiatan yang digelar berupa penanganan sampah (27/11) dan penghijauan berupa penanaman pohon (28/11).

Gerakan Peduli Mitigasi Bencana di Kalbar dipusatkan di Kota Singkawang.Dalam arahannya, Dr Ir M Basuki Hadimulyono MSc, Menteri PUPR menyampaikan, Hari Bakti PU ke-72 mengambil tema perlindungan dan optimalisasi fungsi situ, danau, embung, waduk, dan sumber air permukaan lainnya. Tema tersebut mengandung makna, saat ini yang menjadi penyebab utama bencana alam di Indonesia adalah penyempitan badan air, alih fungsi lahan, sedimentasi, dan pendangkalan, serta hilangnya mata air.

“Untuk itu, upaya perlindungan dan optimalisasi fungsi air, seperti situ, danau, embung, dan waduk sangat penting dilakukan agar air yang melimpah fungsinya tidak menjadi bencana bagi masyarakat Indonesia,” katanya.

Sementara itu, dalam laporannya, Ir Iriandi Azwartika SP1, ketua panitia penyelenggara Gerakan Mitigasi bencana dalam Hari Bakti PU ke-72 di Kalbar menyampaikan, kegiatan memiliki tiga agenda utama, yaitu kunjungan ke tempat penanganan sampah, sarasehan, dan penghijauan.

“Kegiatan penanganan sampah kami gelar di TPS 3R Gayung Bersambut, Kelurahan Semelagi Kecil, Singkawang Utara,” ujarnya.

Sarasehan digelar di aula Hotel Dangau Singkawang, dengan menghadirkan tiga narasumber, yaitu Ir Rudolf MKes membawakan materi penanganan sampah, Hendri Sutrisno ST MT materi mitigasi dan manajemen bencana, serta Fajar materi konservasi Mempawah Mangrove Park.

“Untuk materi penanganan sampah dipaparkan terkait pengelolaan sampah melalui pola pendekatan berbasis masyarakat,” katanya.

Manajemen bencana berupa segala upaya pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, tanggap darurat, dan pemulihan berkaitan dengan bencana yang dilakukan pada sebelum, pada saat, dan setelah bencana. Mitigasi bencana dilakukan untuk mengurangi risiko bencana bagi masyarkaat pada kawasan rawan bencana.

Materi konservasi terkait upaya Mempawah Mangrove Conservation dalam mencegah abrasi di kawasan pesisir Desa Pasir.

“Untuk kegiatan penghijauan kami lakukan di Embung Pajintan Singkawang. Kami tanam sebanyak 700 bibit pohon buah. Selain itu, terdapat total 4.300 bibit pohon yang ditanam dalam kegiatan gerakan peduli mitigasi bencana di Kalbar,” pungkasnya.

 Sementara itu  Asisten II Walikota Singkawang, Bujang Sukrie mengatakan pembangunan Embung pajintan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kota Singkawang.


PAWAI HUT RI KE-72 KOTA SINGKAWANG

Awang Ishak, Tjhai Chui Mie - Irwan Merakyat Di Pawai HUT RI KE-72 Kota Singkawang

Foto Tjhai Chui Mie-Irwan
Gambar Tjhai Chui Mie - Irwan (Walikota & Wakil Walikota Terpilih Periode 2017-2022)
SINGKAWANG,- Pawai HUT RI KE-72 Kota Singkawang tahun ini berlangsung sangat meriah, para peserta menggunakan pakaian adat yang mewakili berbagai etnis yang ada di Kota Singkawang, dan seluruh lapisan masyarakat Kota Singkawang menyambut gembira kegiatan yang diadakan Pemerintah Kota Singkawang tahun ini. Yang menjadi pusat perhatian pada tahun ini dimana Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Kota Singkawang juga turut serta mengikuti pawai bernuansa budaya ini. Menggunakan pakaian adat budaya Tionghoa, Tjhai Chui Mie, SE yang juga Walikota terpilih Kota Singkawang menyapa masyarakat dengan senyum khasnya yang lemah lembut, di dampingi oleh Wakil  Walikota terpilih Drs. H. Irwan, M.Si yang menggunakan pakaian adat budaya Madura bertegur sapa bahkan berfoto langsung bersama masyarakat, tak henti hentinya masyarakat mengelu-elukan kedua pasangan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Periode 2017-2022 itu, dengan sangat ramah dan penuh perhatian pasangan ini menyambangi warga yang berdiri sejak lama menanti kehadiran pasangan yang akan dilantik pada tanggal 17 Desember 2017 mendatang.
Foto: Kapolres & Walikota Singkawang
Gambar Kapolres Singkawang & Walikota Singkawang
Tak kalah gagah, Drs. H. Awang Ishak, M.Si yang masih  menjabat sebagai Walikota Singkawang memimpin langsung Pawai HUT RI Kota Singkawang dengan berjalan kaki dari Kantor Walikota menuju panggung utama, tampak kebahagiaan saat mengenakan kopiah dan berbaju nuansa putih dengan kaca mata hitam layaknya Bung Karno yang memimpin kemerdekaan Indonesia. Juga hadir Kapolres Singkawang Akbp Sandi Alfadien Mustofa, SIK, MH yang menggunakan pakaian khas rompi budaya Dayak Kota Singkawang, bersama SKPD sekota Singkawang yang mengenakan pakaian adatnya masing-masing.
Foto Pawai HUT RI Ke-72 Kota Singkawang
Gambar Grid Peserta Pawai HUT RI Ke-72 Kota Singkawang(beberapa peserta)
Pada tahun ini perayaan HUT RI Kota Singkawang sangat semarak hal ini di buktikan dengan peserta pawai yang di ikuti dari berbagai instasi-instansi pemerintahan, sekolah-sekolah, kampus-kampus, TNI-POLRI, lembaga antar etnis, sanggar-sanggar dan juga komunitas, dengan total peserta keseluruhan berjumlah 83 peserta info ini kami dapat dari Humas Protokol Kota Singkawang.
Foto Saat Wawancara Eksklusif Walikota & Wakil Walikota Terpilih
Gambar wawancara eksklusif Walikota & Wakil Walikota Terpilih 2017-2022
Pada saat di wawancarai, Tjhai Chui Mie - Irwan mengatakan acara tahun ini sangat luar biasa, tak lupa pasangan ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang begitu antusias meramaikan acara ini, dan juga kepada TNI-POLRI yang mengamankan acara ini dimana acara ini berlangsung sangat aman tanpa ada satu kekurangan, dan tak luput para pasukan kuning ( Dinas Kebersihan ) yang setelah penutupan acara Pawai ini langsung sigap dengan kegiatannya. Harapannya kedepan masyarakat Kota Singkawang bisa ambil bagian dan mempunyai rasa memiliki kegiatan kemerdekaan ini, apalagi untuk acara HUT RI tahun depan semua wajib mempersembahkan yang terbaik untuk Kota Singkawang. Dapat kita lihat tahun ini para peserta menggunakan pakaian adat budaya yang ada di Kota Singkawang, tidak lagi memandang perbedaaan dan juga ini sebagai bukti bahwa masyarakat singkawang sudah sangat hebat dengan pluralisme yang harmonis, hal ini akan terus kita jaga karena kita benar-benar mencintai Kota Singkawang dan kami berjanji tahun depan akan lebih meriah lagi dari tahun ini.
Foto bersama
Foto bersama usai kegiatan pawai HUT RI Ke-72 Kota Singkawang
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

GONG PERDAMAIAN

Gambar Gong Perdamaian
3(tiga) gambar gong perdamaian

Latar Belakang Sejarah

Gong Perdamaian Dunia adalah sebuah gong yang merupakan sebagai simbol perdamaian dunia. Gong Perdamaian Dunia telah ditempatkan di beberapa daerah (Indonesia) yaitu Bali, Ambon, Palu, dll. Tujuan Gong Perdamaian Dunia adalah supaya tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme, dll. Museum Gong Perdamaian Dunia terdapat di Jepara tepatnya di Desa Plajan, Museum ini diresmikan oleh Mentri PU. 

Menurut Wikipedia Gong Perdamaian Dunia telah ada sebelumnya di desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Gong Sacral ini telah berusia 450 tahun lamanya dan terletak di lereng Barat gunung Muria. Gong ini dibuat oleh seorang wali yang berasal dari Kerajaan Demak. Tokoh dunia peraih " Nobel Pedamaian " sekaligus Perdana Menteri Israel Shimon Perez, menyebut Gunung Muria memiliki kekuatan aura magis yang sangat luar biasa. Dan Presiden Palestina Yasser Arafat mengatakan juga bahwa Muria merupakan gunung pilihan Alloh untuk dijadikan " Gunung Perdamian ". Kedua tokoh peraih nobel tersebut berpendapat bahwa gunung Muria di Jawa Tengah - Indonesia merupakan " saudara kembar " dengan Gunung Muria yang ada di Yerusalem - Palestina.
Gunung Muria Memiliki Kekuatan Magis Yang Sangat Luar Biasa dan Merupakan Gunung Pilihan ALLOH
Di Desa Plajan ini, ada 3 gong perdamaian, diantaranya Gong Perdamaian Asia Afrika, Gong Perdamaian Dunia, dan Gong Perdamaian Nusantara. Gong-gong berdiameter 2 meter dan berat 180 kilogram ini masing-masing memiliki banyak simbol dan mempunyai makna tersendiri, yang dapat mengontrol atau mengakomodir aspirasi dan kepentingan umat manusia. Di antaranya simbol agama, bendera, serta lambang daerah atau kota. Sebelumnya, gong perdamaian juga telah dikirim ke 46 negara di seluruh dunia. Selain membawa pesan perdamaian, gong perdamaian ini juga membawa misi kerukunan antar umat beragama.

Dari deskripsi diatas kita bisa tahu asal muasal atau cikal bakal Gong Perdamian Dunia saat ini, dan Gong-gong lainnya yang ada atau tersebar di seluruh(penjuru) dunia. Berikut Gong Perdamaian Dunia yang terdapat dibeberapa tempat, yaitu :

1. Bali - Indoensia (31 Desember 2002)
2. Geneva - Swiss (5 Februari 2003)
3. Shandong - China (24 Agustus 2003)
4. New Delhi - India (11 September 2006)
5. Palu, Sulawesi Tengah - Indonesia (11 Maret 2016)

Nah itu lah deskripsi singkat tentang sejarah latar belakang Gong Perdamaian Dunia, Next lanjut ke Sejarah Gong Perdamaian Nusantara - Indonesia "Beda loh ya Gong Perdamaian Dunia sama Nusantara, ya kalo Dunia versi Global dan kalo Nusantara versi Indonesia (artikata yang terdapat di Nusantara - Indonesia)".

Gong Perdamaian Nusantara di Kota Singkawang

Gambar Gong Perdamaian Nusantara Kota Singkawang
Gong Perdamaian Nusantara Kota Singkawang
Berhubung admin tinggal di Kota Singkawang maka admin bahas tentang Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di Kota Singkawang. So, baca sampai habis ya gaes :)
But untuk sekilas info admin paparkan beberapa Daerah yang terdapat Gong Perdamaian Nusantara, diantaranya sebagai berikut :

1. Gong Perdamaian Nusantara di Ambon
2. Gong Perdamaian Nusantara di Ciamis
3. Gong Perdamaian Nusantara di Yogyakarta
4. Gong Perdamaian Nusantara di Kupang
5. Gong Perdamaian Nusantara di Singkawang

Nah itulah beberapa Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di masing-masing daerah tersebut, sekarang admin lanjut ngebahas Gong Perdamaian Nusantara yang ada di Kota Singkawang. Baca juga Singkawang History bagi yang ingin mengenal Singkawang Heritage dan info-info lainnya.

Lanjut pembahasan Gong Perdamaian Nusantara di Kota Singkawang keberadaannya tak lepas dari sejarah Gong Perdamaian Dunia yang merupakan simbol dari gerakan perdamaian secara global. Seperti yang admin ketik awal tadi cikal bakal gong nusantara ini berawal dari gong besar yang terdapat di sebuah museum di Jepara Jawa Tengah, lihat gambar di bawah.
Gambar Maps Gong Perdamaian Dunia di Jepara - Jawa Tengah
Gambar Maps Museum Gong Perdamaian Dunia di Jepara
Gong tsb dibikin langsung dari asalnya di Jepara dan diserahkan langsung oleh Presiden Komite Perdamaian Dunia dan juga pemrakarsa Gong Dunia, Bpk. Djuyoto Suntani kepada Bpk. Dr.Hasan Karman,S.H,M.M saat itu yang menjabat sebagai Walikota Singkawang dan diresmikan oleh Bpk. Drs. Cornelis,MH selaku Gubernur Kalimantan Barat.
Gambar GPN SKW
Gambar GPN SKW
Gong Perdamaian Nusantara atau disingkat GPN ini secara khusus diciptakan oleh The World Peace Committee (komite perdamaian dunia) yang dasarnya untuk "Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa" yang misinya untuk menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia menuju kejayaan Nusantara yang dicita-citakan bersama.
Gambar Trademark atau Lisensi dari  The World Peace Committee
Gambar Tanda Copyright Gong Perdamaian Nusantara(GPN)
Menyatukan Seluruh Elemen Bangsa Indonesia Menuju Kejayaan Nusantara Yang Dicita-citakan Bersama

Deskripsi Singkat GPN (Gong Perdamaian Nusantara)

Gong Perdamaian Nusantara(GPN) terbuat dari bahan plat besi dan tembaga (kuning) berdiameter 2,2meter, dan berat 150kg. Jika dilihat lebih dekat maka kalian akan menemukan logo masing-masing daerah Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia, lingkaran tengah menampilkan logo 33 Provinsi, dan simbol 5(lima) Agama yang ada, yaitu : Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Islam. Dan terdapat sepasang bunga di kiri-kanan tulisan "Gong Perdamaian Nusantara - Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa", pada lingkaran puncak atau titik bulat Gong terdapat Peta Indonesia (NKRI) sebagai simbol bentangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di puncak peradaban bangsa tertinggi.
Gambar Logo dan Simbol Setiap Daerah Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia
Logo/Simbol Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia
Nah taukah kalian bahwa Gong Perdamaian Nusantara Singkawang merupakan Gong Perdamaian Nusantara ke-3(tiga) dari yang direncanakan sebelumnya hanya 5(lima) buah. Gong Perdamaian Nusantara terletak di Halaman sebelah Barat Kantor Walikota Singkawang yang beralamat di Jl. Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Gambar GPN di Halaman Sebelah Barat Kantor Walikota Singkawang
Gambar GPN yang terletak di halaman depan sebelah barat Kantor Walikota Singkawang
Ditempatkannya Gong Perdamaian Nusantara di Kota Singkawang adalah bentuk kepercayaan kepada masyarakat Singkawang, yang merupakan bagian yang tak terlupakan dan tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Oleh karena itu kita wajib dan harus saling menjunjung tinggi perdamaian dimanapun kita berada, dan kita harus menjadi contoh bagaimana merajut perdamaian ditengah berbagai keanekaragaman suku, agama, ras dan hal lainnya.

Mungkin itu saja artikel informasi yang dapat admin sampaikan kepada kalian semua yang membaca artikel ini. Mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah atau sumber yang tidak lengkap, karena kami ingin berbagi info yang mungkin banyak atau belum mengetahui Artikel tersebut. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mengerti, dari mengerti timbul rasa empati. Sehingga dengan adanya Artikel Sejarah dan Cagar Budaya kita dapat meraih masa depan yang lebih baik, Amin :)

Khususnya kepada generasi muda yang masih awam tentang pentingnya menjaga Cagar Budaya tersebut. Upaya pelestarian Cagar Budaya sejatinya memang menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi jika tidak mendapat dukungan dari masyarakatnya maka menjadi sia-sia.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

VIDEO RUMAH MARGA TJHIA

Sampul Video Kawasan Tradisional Rumah Marga Tjhia Kota Singkawang
Sampul Video Gambar Gerbang Depan Rumah Marga Tjhia




Sumber ; Singkawang Gallery - Perumahan Marga Tjhia atau xie ( bahasa tiongkok ) adalah Rumah Tua yang berdiri/dibangun pada Tahun 1902 di Singkawang. Rumah keluarga Tjhia ini menjadi salah satu Cagar Budaya ( Singkawang Heritahe ) di Kota Singkawang.

RUMAH KELUARGA MARGA TJHIA

Latar Belakang Sejarah

Foto gerbang pintu masuk dari depan rumah marga tjhia
Gerbang pintu masuk Rumah Thjia
Rumah Marga Tjhia adalah Perumahan keluarga yang dihuni oleh keturunan langsung Xie Shou Shi (Tjhia Siu Si) Bangunan ini berdiri pada tahun antara 1901-1902, berarti umur sekarang bangunan ini 116+ tahun. Menurut informasi yang admin dapat area atau lokasi rumah ini adalah tanah hibah dari Kolonial Belanda, karena pada awalnya Xie merupakan seorang pendatang dari luar (Fujian - Tiongkok) yang mengarungi lautan bersama teman-teman sekampungnya untuk mengubah nasib. Dalam perjalanannya Xie dkk pernah singgah di semananjung Malay (sekarang Malaysia) tapi pada saat itu ada konflik/kerusuhan antara orang pribumi setempat, dan mereka (Xie dkk) pergi dengan sebuah kapal kecil atau perahu untuk mencari tempat yang bisa mereka tinggali dan beristirahat. Beberapa tempat mereka telah datangi dan hingga akhirnya Xie memutuskan untuk tinggal di San Keu Jong (singkawang). Xie merupakan orang dengan typikal pekerja keras bayangkan saja pada waktu itu Xie dkk menggarap lahan hutan belantara, mereka membuat lahan tsb menjadi sebuah kebun-kebun seperti kebun kelapa, palawija, dan buah-buahan yang menurutnya bernilai ekonomis. Berselang beberapa lama Xie mendapat pengakuan dari Kolonial Belanda dan mulai dapat tawaran menggarap lahan lainnya, dan mulai sukses membangun armada yang mengangkut hasil bumi antara lain emas, pertanian dan perkebunan menuju Singapura sebagai Komoditi Ekspor. Setelah itu nama Singkawang (San Keu Jong) mulai didengar dan dilirik oleh para pengunjung lainnya untuk berdagang dan bertransaksi karena perekonomian yang pesat dikala itu. Nah setelah itu nama Xie Shou Shi mulai terkenal dan diperbincangkan oleh banyak khalayak orang seperti masyarakat, pengunjung (pelancong), dan bahkan pejabat setempat. Tidak lama kemudian Xie mendapatkan tanah hibah dan Xie pun mulai membangun sebuah rumah atau penginipan untuk ditempatinya didekat pesisir sungai. Tak tanggung-tanggung Xie mendatangkan arsitek langsung dari Tiongkok untuk mendesign interior ala timur-barat dan bangunan itu pada masanya bangunan yang besar dan mewah baknya kastil-kastil kerajaan. Bayangkan saja untuk ukuran lokasinya lebih dari 5000m2 dan luas bangunan tsb 2000+ m2 bukan tanpa alasan Xie membuat rumah tsb sebesar itu, karena banyak yang sering berkunjung ditempatnya seperti para kapal bongkar muat barang dll.
Gambar Xie Shou Shi ( Tjhia Siu Si )
Gambar Xie Shou Shi/Tjhia Siu Si
Gambar Xie Shou Shi/Tjhia Siu Si terletak diruangan utama
Gambar Xie Shou Shi/Tjhia Siu Si diruangan utama

Deskripsi Singkat Tata Letak Ruang dan Bangunan

Bangunan Rumah Marga Tjhia mengadopsi gaya ala timur dan barat, bahan bangunan rumah ini sebagian besar menggunakan kayu ulin (belian) wajar saja jika bangunannya kokoh dan tegap berdiri. Bangunan rumah ini memiliki 2(dua) ruangan besar yang terdapat dibagian depan dan dibagian belakang, disetiap ruangan itu terdapat ukiran, ornamen, dan juga kaligrafi emas masing-masing di ambang pintu. Dan terdapat juga lahan kosong atau aula utama ditengah-tengah halaman rumah tsb seperti arsitektur bangunan rumah tradisional China - Si He Yuan yang dalam artinya "halaman yang dikelilingi bangunan di keempat sisinya ". Biar lebih jelas lihat gambar dibawah ini;
gambar halaman/aula tengah bangunan rumah tjhia
Halaman tengah bangunan rumah 
"halaman yang dikelilingi bangunan di keempat sisinya "
gambar halaman/aula belakang bangunan rumah tjhia
Halaman belakang rumah
Ditingkat lantai 2(dua) terdapat tulisan "Bao Shu" yang artinya ???? (tulis dikolom komentar apa artinya, bantu admin y ^_^), ada juga tulisan "Jing Xing" dan "Qing Yun" yang terletak dikanan-kiri ruangan tsb. Terus terdapat juga tulisan dikanan dan dikiri pintu lantai satu(1) "Pei Lan" dan "Yu Zhu", dibagian belakang ruang depan tertulis "Ju ren" dikiri dan dikanan "You Yi".
Ruangan depan tampak dari belakang yang terdapat tulisannya diatas
Ruangan depan tampak dari belakang
Di dalam ruangan depan tersusun satu set meja kursi untuk menyambut tamu ( dulunya meja dan kursi tsb mempunyai corak dan ukiran ala tiongkok kuno ). Dan di pintu masuk terpampang tulisan " Jian Long" berwarna emas ditengah-tengahnya di iringi sepasang ukiran / tatanan kilap gemilau di kedua sisinya. Bangunan Rumah Marga Tjhia ini mempunyai belasan ruangan kamar ( tidak termasuk gudang penyimpanan disetiap sudut barak ) yang tersusun dengan bentuk letter U.
Ruangan Tamu Depan
Ruang tamu ( ruangan depan )
Bangunan Rumah Marga Tjhia merupakan salah satu Cagar Budaya Kota Singkawang dan juga menjadi Rumah Tradisional. Kawasan Tradisional merupakan tujuan Wisata Kota yang cukup ramai dan sering dikunjungi oleh para akademisi yang sedang melakukan riset. Dan tentunya para Wisatawan Asing juga sering berkunjung kesini saat acara menjelang Cap Go Meh.
Gambar Halaman Tengah
Gambar Halaman Tengah 
Gambar Halaman Depan
Gambar Halaman Depan
Plang Tanda Cagar Budaya
Plang Tanda Cagar Budaya
Nah inilah salah satu Cagar Budaya Bangunan dan Kawasan yang terdapat di Kota Singkawang. Jika kamu ingin mengunjungi Rumah Marga Tjhia ini berikut alamatnya [ Jl.Budi Utomo No.36, Kel.Condong, Kec.Singkawang Barat ]. Baca juga Cagar Budaya lainnya di Singkawang History


Mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah atau sumber yang tidak lengkap, karena kami ingin berbagi info yang mungkin banyak atau belum mengetahui Artikel tersebut. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mengerti, dari mengerti timbul rasa empati. Sehingga dengan adanya Artikel Sejarah dan Cagar Budaya kita dapat meraih masa depan yang lebih baik, Amin :)

Khususnya kepada generasi muda yang masih awam tentang pentingnya menjaga Cagar Budaya tersebut. Upaya pelestarian Cagar Budaya sejatinya memang menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi jika tidak mendapat dukungan dari masyarakatnya maka menjadi sia-sia.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

PEMUKIMAN KALIASIN

Latar Belakang Sejarah

Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) adalah Cagar Budaya yang berdekatan dengan Pemukiman Sedau Pasar jaraknya hanya 2km dari Selatan Desa Sedau tsb. Menurut info yang didapat Pemukiman Kaliasin ini seumuran dengan Pemukiman Sedau Pasar, Argumen ini bisa dilihat dari beberapa kesamaan arsitektur bangunan yang serupa atau sama persis. Sesuai namanya Kaliasin, desa ini dulunya adalah penghasil garam ( "Jam Tang " artianya lapangan garam ), dan juga bercocok tanam ( bertani & berladang ). Tetapi ada juga yang berprofesi sebagai nelayan, karena di bagian tenggara ada sungai yang apabila ditelusuri lebih ke barat akan bertemu dengan laut. Secara umum arsitektur bangunan di Pemukiman Kaliasin/Jam Tang tidak jauh berbeda dengan Pemukiman A Tjap Kong. Bangunan tsb berbentuk rumah dempet memanjang dengan satu atap, unsur kayu mendominasi bahan bangunan yang meliputi lantai, pintu, jendela, dinding, tiang penyangga, dan atap.aut.

Berikut Gambar Penampakan Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) ;
Foto Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang )
gambar pemukiman " Jam Tang " tampak samping arah utara
Secara umum arsitektur bangunan di Pemukiman Kaliasin/Jam Tang tidak jauh berbeda dengan Pemukiman A Tjap Kong. Bangunan tsb berbentuk rumah dempet memanjang dengan satu atap, unsur kayu mendominasi bahan bangunan yang meliputi lantai, pintu, jendela, dinding, tiang penyangga, dan atap.
Foto Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang )
Gambar Pemukiman Kaliasin tampak depan
Menurut pengamatan Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) ini, bangunan-bangunan tsb terlihat seperti sebuah bangunan perkelompok. Dari penglihatan terhadap fisik bangunan yang ada terdapat 3 ( tiga ) kelompok bangunan, yaitu ;
  1. Diperkirakan merupakan bangunan awal yang terdiri atas dua buah bangunan yang saling berdempetan.
  2. Kelompok bangunan yang merupakan pengembangan dari kelompok 1 yang terletak di sebelah utara. Bangunan tsb saling berhadapan , berbahan mayoritas kayu, dan memiliki ukuran yang lebih kecil dari kelompok 1.
  3. Bangunan-bangunan yang berdiri sendiri, memiliki ukuran yang bevariasi yang terletak dibagian selatan.
Foto Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang )
Gambar Pemukiman Kaliasin arah Selatan
Kondisi lingkungan Pemukiman Kaliasin terletak 7km dari pusat Kota Singkawang. Jika kita berkendara dari Singkawang menuju perjalanan arah Pontianak lokasinya disebelah kiri jalan dengan Landmark sebuah Pekong yang bersebelahan dengan tiang yang menjulang tinggi. Konon katanya saat Pemukiman Kaliasin mencapai puncak kejayaannya disaat itu profesi Nelayan menjadi Primadona dengan hasil Bumi yang melimpah, nah tiang itu berfungsi sebagai " Landmark " penanda sebuah Desa yang bernama " Jam Tang ". Kaliasin sekarang menjadi dua bagian yang pertama Kaliasin Luar, dan yang kedua Kaliasin Dalam.


Saat ini Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) lebih dikenal sebagai sentra produksi Garam di Kota Singkawang. Letak Geografis : 108*56"313'BT 0*52"158'LU.
Nah inilah salah satu Cagar Budaya ( Singkawang Heritage ) yang masih berdiri bangunannya dan tampak ada sampai sekarang. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita masih bisa melihat dan tahu Sejarah Singkawang Heritage tsb.
Gambar Plang Tanda yang diberikan oleh Pemkot
Plang tanda dari Pemkot
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.