PAWAI HUT RI KE-72 KOTA SINGKAWANG

Awang Ishak, Tjhai Chui Mie - Irwan Merakyat Di Pawai HUT RI KE-72 Kota Singkawang

Foto Tjhai Chui Mie-Irwan
Gambar Tjhai Chui Mie - Irwan (Walikota & Wakil Walikota Terpilih Periode 2017-2022)
SINGKAWANG,- Pawai HUT RI KE-72 Kota Singkawang tahun ini berlangsung sangat meriah, para peserta menggunakan pakaian adat yang mewakili berbagai etnis yang ada di Kota Singkawang, dan seluruh lapisan masyarakat Kota Singkawang menyambut gembira kegiatan yang diadakan Pemerintah Kota Singkawang tahun ini. Yang menjadi pusat perhatian pada tahun ini dimana Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Kota Singkawang juga turut serta mengikuti pawai bernuansa budaya ini. Menggunakan pakaian adat budaya Tionghoa, Tjhai Chui Mie, SE yang juga Walikota terpilih Kota Singkawang menyapa masyarakat dengan senyum khasnya yang lemah lembut, di dampingi oleh Wakil  Walikota terpilih Drs. H. Irwan, M.Si yang menggunakan pakaian adat budaya Madura bertegur sapa bahkan berfoto langsung bersama masyarakat, tak henti hentinya masyarakat mengelu-elukan kedua pasangan Walikota dan Wakil Walikota Terpilih Periode 2017-2022 itu, dengan sangat ramah dan penuh perhatian pasangan ini menyambangi warga yang berdiri sejak lama menanti kehadiran pasangan yang akan dilantik pada tanggal 17 Desember 2017 mendatang.
Foto: Kapolres & Walikota Singkawang
Gambar Kapolres Singkawang & Walikota Singkawang
Tak kalah gagah, Drs. H. Awang Ishak, M.Si yang masih  menjabat sebagai Walikota Singkawang memimpin langsung Pawai HUT RI Kota Singkawang dengan berjalan kaki dari Kantor Walikota menuju panggung utama, tampak kebahagiaan saat mengenakan kopiah dan berbaju nuansa putih dengan kaca mata hitam layaknya Bung Karno yang memimpin kemerdekaan Indonesia. Juga hadir Kapolres Singkawang Akbp Sandi Alfadien Mustofa, SIK, MH yang menggunakan pakaian khas rompi budaya Dayak Kota Singkawang, bersama SKPD sekota Singkawang yang mengenakan pakaian adatnya masing-masing.
Foto Pawai HUT RI Ke-72 Kota Singkawang
Gambar Grid Peserta Pawai HUT RI Ke-72 Kota Singkawang(beberapa peserta)
Pada tahun ini perayaan HUT RI Kota Singkawang sangat semarak hal ini di buktikan dengan peserta pawai yang di ikuti dari berbagai instasi-instansi pemerintahan, sekolah-sekolah, kampus-kampus, TNI-POLRI, lembaga antar etnis, sanggar-sanggar dan juga komunitas, dengan total peserta keseluruhan berjumlah 83 peserta info ini kami dapat dari Humas Protokol Kota Singkawang.
Foto Saat Wawancara Eksklusif Walikota & Wakil Walikota Terpilih
Gambar wawancara eksklusif Walikota & Wakil Walikota Terpilih 2017-2022
Pada saat di wawancarai, Tjhai Chui Mie - Irwan mengatakan acara tahun ini sangat luar biasa, tak lupa pasangan ini mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang begitu antusias meramaikan acara ini, dan juga kepada TNI-POLRI yang mengamankan acara ini dimana acara ini berlangsung sangat aman tanpa ada satu kekurangan, dan tak luput para pasukan kuning ( Dinas Kebersihan ) yang setelah penutupan acara Pawai ini langsung sigap dengan kegiatannya. Harapannya kedepan masyarakat Kota Singkawang bisa ambil bagian dan mempunyai rasa memiliki kegiatan kemerdekaan ini, apalagi untuk acara HUT RI tahun depan semua wajib mempersembahkan yang terbaik untuk Kota Singkawang. Dapat kita lihat tahun ini para peserta menggunakan pakaian adat budaya yang ada di Kota Singkawang, tidak lagi memandang perbedaaan dan juga ini sebagai bukti bahwa masyarakat singkawang sudah sangat hebat dengan pluralisme yang harmonis, hal ini akan terus kita jaga karena kita benar-benar mencintai Kota Singkawang dan kami berjanji tahun depan akan lebih meriah lagi dari tahun ini.
Foto bersama
Foto bersama usai kegiatan pawai HUT RI Ke-72 Kota Singkawang
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

GONG PERDAMAIAN

Gambar Gong Perdamaian
3(tiga) gambar gong perdamaian

Latar Belakang Sejarah

Gong Perdamaian Dunia adalah sebuah gong yang merupakan sebagai simbol perdamaian dunia. Gong Perdamaian Dunia telah ditempatkan di beberapa daerah (Indonesia) yaitu Bali, Ambon, Palu, dll. Tujuan Gong Perdamaian Dunia adalah supaya tidak ada lagi perang, konflik sara, terorisme, dll. Museum Gong Perdamaian Dunia terdapat di Jepara tepatnya di Desa Plajan, Museum ini diresmikan oleh Mentri PU. 

Menurut Wikipedia Gong Perdamaian Dunia telah ada sebelumnya di desa Plajan Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Gong Sacral ini telah berusia 450 tahun lamanya dan terletak di lereng Barat gunung Muria. Gong ini dibuat oleh seorang wali yang berasal dari Kerajaan Demak. Tokoh dunia peraih " Nobel Pedamaian " sekaligus Perdana Menteri Israel Shimon Perez, menyebut Gunung Muria memiliki kekuatan aura magis yang sangat luar biasa. Dan Presiden Palestina Yasser Arafat mengatakan juga bahwa Muria merupakan gunung pilihan Alloh untuk dijadikan " Gunung Perdamian ". Kedua tokoh peraih nobel tersebut berpendapat bahwa gunung Muria di Jawa Tengah - Indonesia merupakan " saudara kembar " dengan Gunung Muria yang ada di Yerusalem - Palestina.
Gunung Muria Memiliki Kekuatan Magis Yang Sangat Luar Biasa dan Merupakan Gunung Pilihan ALLOH
Di Desa Plajan ini, ada 3 gong perdamaian, diantaranya Gong Perdamaian Asia Afrika, Gong Perdamaian Dunia, dan Gong Perdamaian Nusantara. Gong-gong berdiameter 2 meter dan berat 180 kilogram ini masing-masing memiliki banyak simbol dan mempunyai makna tersendiri, yang dapat mengontrol atau mengakomodir aspirasi dan kepentingan umat manusia. Di antaranya simbol agama, bendera, serta lambang daerah atau kota. Sebelumnya, gong perdamaian juga telah dikirim ke 46 negara di seluruh dunia. Selain membawa pesan perdamaian, gong perdamaian ini juga membawa misi kerukunan antar umat beragama.

Dari deskripsi diatas kita bisa tahu asal muasal atau cikal bakal Gong Perdamian Dunia saat ini, dan Gong-gong lainnya yang ada atau tersebar di seluruh(penjuru) dunia. Berikut Gong Perdamaian Dunia yang terdapat dibeberapa tempat, yaitu :

1. Bali - Indoensia (31 Desember 2002)
2. Geneva - Swiss (5 Februari 2003)
3. Shandong - China (24 Agustus 2003)
4. New Delhi - India (11 September 2006)
5. Palu, Sulawesi Tengah - Indonesia (11 Maret 2016)

Nah itu lah deskripsi singkat tentang sejarah latar belakang Gong Perdamaian Dunia, Next lanjut ke Sejarah Gong Perdamaian Nusantara - Indonesia "Beda loh ya Gong Perdamaian Dunia sama Nusantara, ya kalo Dunia versi Global dan kalo Nusantara versi Indonesia (artikata yang terdapat di Nusantara - Indonesia)".

Gong Perdamaian Nusantara di Kota Singkawang

Gambar Gong Perdamaian Nusantara Kota Singkawang
Gong Perdamaian Nusantara Kota Singkawang
Berhubung admin tinggal di Kota Singkawang maka admin bahas tentang Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di Kota Singkawang. So, baca sampai habis ya gaes :)
But untuk sekilas info admin paparkan beberapa Daerah yang terdapat Gong Perdamaian Nusantara, diantaranya sebagai berikut :

1. Gong Perdamaian Nusantara di Ambon
2. Gong Perdamaian Nusantara di Ciamis
3. Gong Perdamaian Nusantara di Yogyakarta
4. Gong Perdamaian Nusantara di Kupang
5. Gong Perdamaian Nusantara di Singkawang

Nah itulah beberapa Gong Perdamaian Nusantara yang terletak di masing-masing daerah tersebut, sekarang admin lanjut ngebahas Gong Perdamaian Nusantara yang ada di Kota Singkawang. Baca juga Singkawang History bagi yang ingin mengenal Singkawang Heritage dan info-info lainnya.

Lanjut pembahasan Gong Perdamaian Nusantara di Kota Singkawang keberadaannya tak lepas dari sejarah Gong Perdamaian Dunia yang merupakan simbol dari gerakan perdamaian secara global. Seperti yang admin ketik awal tadi cikal bakal gong nusantara ini berawal dari gong besar yang terdapat di sebuah museum di Jepara Jawa Tengah, lihat gambar di bawah.
Gambar Maps Gong Perdamaian Dunia di Jepara - Jawa Tengah
Gambar Maps Museum Gong Perdamaian Dunia di Jepara
Gong tsb dibikin langsung dari asalnya di Jepara dan diserahkan langsung oleh Presiden Komite Perdamaian Dunia dan juga pemrakarsa Gong Dunia, Bpk. Djuyoto Suntani kepada Bpk. Dr.Hasan Karman,S.H,M.M saat itu yang menjabat sebagai Walikota Singkawang dan diresmikan oleh Bpk. Drs. Cornelis,MH selaku Gubernur Kalimantan Barat.
Gambar GPN SKW
Gambar GPN SKW
Gong Perdamaian Nusantara atau disingkat GPN ini secara khusus diciptakan oleh The World Peace Committee (komite perdamaian dunia) yang dasarnya untuk "Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa" yang misinya untuk menyatukan seluruh elemen bangsa Indonesia menuju kejayaan Nusantara yang dicita-citakan bersama.
Gambar Trademark atau Lisensi dari  The World Peace Committee
Gambar Tanda Copyright Gong Perdamaian Nusantara(GPN)
Menyatukan Seluruh Elemen Bangsa Indonesia Menuju Kejayaan Nusantara Yang Dicita-citakan Bersama

Deskripsi Singkat GPN (Gong Perdamaian Nusantara)

Gong Perdamaian Nusantara(GPN) terbuat dari bahan plat besi dan tembaga (kuning) berdiameter 2,2meter, dan berat 150kg. Jika dilihat lebih dekat maka kalian akan menemukan logo masing-masing daerah Kabupaten dan Kota diseluruh Indonesia, lingkaran tengah menampilkan logo 33 Provinsi, dan simbol 5(lima) Agama yang ada, yaitu : Katolik, Kristen Protestan, Hindu, Budha, dan Islam. Dan terdapat sepasang bunga di kiri-kanan tulisan "Gong Perdamaian Nusantara - Sarana Persaudaraan dan Pemersatu Bangsa", pada lingkaran puncak atau titik bulat Gong terdapat Peta Indonesia (NKRI) sebagai simbol bentangan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berada di puncak peradaban bangsa tertinggi.
Gambar Logo dan Simbol Setiap Daerah Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia
Logo/Simbol Kabupaten dan Kota Seluruh Indonesia
Nah taukah kalian bahwa Gong Perdamaian Nusantara Singkawang merupakan Gong Perdamaian Nusantara ke-3(tiga) dari yang direncanakan sebelumnya hanya 5(lima) buah. Gong Perdamaian Nusantara terletak di Halaman sebelah Barat Kantor Walikota Singkawang yang beralamat di Jl. Firdaus, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat.

Gambar GPN di Halaman Sebelah Barat Kantor Walikota Singkawang
Gambar GPN yang terletak di halaman depan sebelah barat Kantor Walikota Singkawang
Ditempatkannya Gong Perdamaian Nusantara di Kota Singkawang adalah bentuk kepercayaan kepada masyarakat Singkawang, yang merupakan bagian yang tak terlupakan dan tak terpisahkan dari Republik Indonesia. Oleh karena itu kita wajib dan harus saling menjunjung tinggi perdamaian dimanapun kita berada, dan kita harus menjadi contoh bagaimana merajut perdamaian ditengah berbagai keanekaragaman suku, agama, ras dan hal lainnya.

Mungkin itu saja artikel informasi yang dapat admin sampaikan kepada kalian semua yang membaca artikel ini. Mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah atau sumber yang tidak lengkap, karena kami ingin berbagi info yang mungkin banyak atau belum mengetahui Artikel tersebut. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mengerti, dari mengerti timbul rasa empati. Sehingga dengan adanya Artikel Sejarah dan Cagar Budaya kita dapat meraih masa depan yang lebih baik, Amin :)

Khususnya kepada generasi muda yang masih awam tentang pentingnya menjaga Cagar Budaya tersebut. Upaya pelestarian Cagar Budaya sejatinya memang menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi jika tidak mendapat dukungan dari masyarakatnya maka menjadi sia-sia.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

VIDEO RUMAH MARGA TJHIA

Sampul Video Kawasan Tradisional Rumah Marga Tjhia Kota Singkawang
Sampul Video Gambar Gerbang Depan Rumah Marga Tjhia




Sumber ; Singkawang Gallery - Perumahan Marga Tjhia atau xie ( bahasa tiongkok ) adalah Rumah Tua yang berdiri/dibangun pada Tahun 1902 di Singkawang. Rumah keluarga Tjhia ini menjadi salah satu Cagar Budaya ( Singkawang Heritahe ) di Kota Singkawang.

RUMAH KELUARGA MARGA TJHIA

Latar Belakang Sejarah

Foto gerbang pintu masuk dari depan rumah marga tjhia
Gerbang pintu masuk Rumah Thjia
Rumah Marga Tjhia adalah Perumahan keluarga yang dihuni oleh keturunan langsung Xie Shou Shi (Tjhia Siu Si) Bangunan ini berdiri pada tahun antara 1901-1902, berarti umur sekarang bangunan ini 116+ tahun. Menurut informasi yang admin dapat area atau lokasi rumah ini adalah tanah hibah dari Kolonial Belanda, karena pada awalnya Xie merupakan seorang pendatang dari luar (Fujian - Tiongkok) yang mengarungi lautan bersama teman-teman sekampungnya untuk mengubah nasib. Dalam perjalanannya Xie dkk pernah singgah di semananjung Malay (sekarang Malaysia) tapi pada saat itu ada konflik/kerusuhan antara orang pribumi setempat, dan mereka (Xie dkk) pergi dengan sebuah kapal kecil atau perahu untuk mencari tempat yang bisa mereka tinggali dan beristirahat. Beberapa tempat mereka telah datangi dan hingga akhirnya Xie memutuskan untuk tinggal di San Keu Jong (singkawang). Xie merupakan orang dengan typikal pekerja keras bayangkan saja pada waktu itu Xie dkk menggarap lahan hutan belantara, mereka membuat lahan tsb menjadi sebuah kebun-kebun seperti kebun kelapa, palawija, dan buah-buahan yang menurutnya bernilai ekonomis. Berselang beberapa lama Xie mendapat pengakuan dari Kolonial Belanda dan mulai dapat tawaran menggarap lahan lainnya, dan mulai sukses membangun armada yang mengangkut hasil bumi antara lain emas, pertanian dan perkebunan menuju Singapura sebagai Komoditi Ekspor. Setelah itu nama Singkawang (San Keu Jong) mulai didengar dan dilirik oleh para pengunjung lainnya untuk berdagang dan bertransaksi karena perekonomian yang pesat dikala itu. Nah setelah itu nama Xie Shou Shi mulai terkenal dan diperbincangkan oleh banyak khalayak orang seperti masyarakat, pengunjung (pelancong), dan bahkan pejabat setempat. Tidak lama kemudian Xie mendapatkan tanah hibah dan Xie pun mulai membangun sebuah rumah atau penginipan untuk ditempatinya didekat pesisir sungai. Tak tanggung-tanggung Xie mendatangkan arsitek langsung dari Tiongkok untuk mendesign interior ala timur-barat dan bangunan itu pada masanya bangunan yang besar dan mewah baknya kastil-kastil kerajaan. Bayangkan saja untuk ukuran lokasinya lebih dari 5000m2 dan luas bangunan tsb 2000+ m2 bukan tanpa alasan Xie membuat rumah tsb sebesar itu, karena banyak yang sering berkunjung ditempatnya seperti para kapal bongkar muat barang dll.
Gambar Xie Shou Shi ( Tjhia Siu Si )
Gambar Xie Shou Shi/Tjhia Siu Si
Gambar Xie Shou Shi/Tjhia Siu Si terletak diruangan utama
Gambar Xie Shou Shi/Tjhia Siu Si diruangan utama

Deskripsi Singkat Tata Letak Ruang dan Bangunan

Bangunan Rumah Marga Tjhia mengadopsi gaya ala timur dan barat, bahan bangunan rumah ini sebagian besar menggunakan kayu ulin (belian) wajar saja jika bangunannya kokoh dan tegap berdiri. Bangunan rumah ini memiliki 2(dua) ruangan besar yang terdapat dibagian depan dan dibagian belakang, disetiap ruangan itu terdapat ukiran, ornamen, dan juga kaligrafi emas masing-masing di ambang pintu. Dan terdapat juga lahan kosong atau aula utama ditengah-tengah halaman rumah tsb seperti arsitektur bangunan rumah tradisional China - Si He Yuan yang dalam artinya "halaman yang dikelilingi bangunan di keempat sisinya ". Biar lebih jelas lihat gambar dibawah ini;
gambar halaman/aula tengah bangunan rumah tjhia
Halaman tengah bangunan rumah 
"halaman yang dikelilingi bangunan di keempat sisinya "
gambar halaman/aula belakang bangunan rumah tjhia
Halaman belakang rumah
Ditingkat lantai 2(dua) terdapat tulisan "Bao Shu" yang artinya ???? (tulis dikolom komentar apa artinya, bantu admin y ^_^), ada juga tulisan "Jing Xing" dan "Qing Yun" yang terletak dikanan-kiri ruangan tsb. Terus terdapat juga tulisan dikanan dan dikiri pintu lantai satu(1) "Pei Lan" dan "Yu Zhu", dibagian belakang ruang depan tertulis "Ju ren" dikiri dan dikanan "You Yi".
Ruangan depan tampak dari belakang yang terdapat tulisannya diatas
Ruangan depan tampak dari belakang
Di dalam ruangan depan tersusun satu set meja kursi untuk menyambut tamu ( dulunya meja dan kursi tsb mempunyai corak dan ukiran ala tiongkok kuno ). Dan di pintu masuk terpampang tulisan " Jian Long" berwarna emas ditengah-tengahnya di iringi sepasang ukiran / tatanan kilap gemilau di kedua sisinya. Bangunan Rumah Marga Tjhia ini mempunyai belasan ruangan kamar ( tidak termasuk gudang penyimpanan disetiap sudut barak ) yang tersusun dengan bentuk letter U.
Ruangan Tamu Depan
Ruang tamu ( ruangan depan )
Bangunan Rumah Marga Tjhia merupakan salah satu Cagar Budaya Kota Singkawang dan juga menjadi Rumah Tradisional. Kawasan Tradisional merupakan tujuan Wisata Kota yang cukup ramai dan sering dikunjungi oleh para akademisi yang sedang melakukan riset. Dan tentunya para Wisatawan Asing juga sering berkunjung kesini saat acara menjelang Cap Go Meh.
Gambar Halaman Tengah
Gambar Halaman Tengah 
Gambar Halaman Depan
Gambar Halaman Depan
Plang Tanda Cagar Budaya
Plang Tanda Cagar Budaya
Nah inilah salah satu Cagar Budaya Bangunan dan Kawasan yang terdapat di Kota Singkawang. Jika kamu ingin mengunjungi Rumah Marga Tjhia ini berikut alamatnya [ Jl.Budi Utomo No.36, Kel.Condong, Kec.Singkawang Barat ]. Baca juga Cagar Budaya lainnya di Singkawang History


Mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah atau sumber yang tidak lengkap, karena kami ingin berbagi info yang mungkin banyak atau belum mengetahui Artikel tersebut. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mengerti, dari mengerti timbul rasa empati. Sehingga dengan adanya Artikel Sejarah dan Cagar Budaya kita dapat meraih masa depan yang lebih baik, Amin :)

Khususnya kepada generasi muda yang masih awam tentang pentingnya menjaga Cagar Budaya tersebut. Upaya pelestarian Cagar Budaya sejatinya memang menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi jika tidak mendapat dukungan dari masyarakatnya maka menjadi sia-sia.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

PEMUKIMAN KALIASIN

Latar Belakang Sejarah

Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) adalah Cagar Budaya yang berdekatan dengan Pemukiman Sedau Pasar jaraknya hanya 2km dari Selatan Desa Sedau tsb. Menurut info yang didapat Pemukiman Kaliasin ini seumuran dengan Pemukiman Sedau Pasar, Argumen ini bisa dilihat dari beberapa kesamaan arsitektur bangunan yang serupa atau sama persis. Sesuai namanya Kaliasin, desa ini dulunya adalah penghasil garam ( "Jam Tang " artianya lapangan garam ), dan juga bercocok tanam ( bertani & berladang ). Tetapi ada juga yang berprofesi sebagai nelayan, karena di bagian tenggara ada sungai yang apabila ditelusuri lebih ke barat akan bertemu dengan laut. Secara umum arsitektur bangunan di Pemukiman Kaliasin/Jam Tang tidak jauh berbeda dengan Pemukiman A Tjap Kong. Bangunan tsb berbentuk rumah dempet memanjang dengan satu atap, unsur kayu mendominasi bahan bangunan yang meliputi lantai, pintu, jendela, dinding, tiang penyangga, dan atap.aut.

Berikut Gambar Penampakan Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) ;
Foto Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang )
gambar pemukiman " Jam Tang " tampak samping arah utara
Secara umum arsitektur bangunan di Pemukiman Kaliasin/Jam Tang tidak jauh berbeda dengan Pemukiman A Tjap Kong. Bangunan tsb berbentuk rumah dempet memanjang dengan satu atap, unsur kayu mendominasi bahan bangunan yang meliputi lantai, pintu, jendela, dinding, tiang penyangga, dan atap.
Foto Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang )
Gambar Pemukiman Kaliasin tampak depan
Menurut pengamatan Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) ini, bangunan-bangunan tsb terlihat seperti sebuah bangunan perkelompok. Dari penglihatan terhadap fisik bangunan yang ada terdapat 3 ( tiga ) kelompok bangunan, yaitu ;
  1. Diperkirakan merupakan bangunan awal yang terdiri atas dua buah bangunan yang saling berdempetan.
  2. Kelompok bangunan yang merupakan pengembangan dari kelompok 1 yang terletak di sebelah utara. Bangunan tsb saling berhadapan , berbahan mayoritas kayu, dan memiliki ukuran yang lebih kecil dari kelompok 1.
  3. Bangunan-bangunan yang berdiri sendiri, memiliki ukuran yang bevariasi yang terletak dibagian selatan.
Foto Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang )
Gambar Pemukiman Kaliasin arah Selatan
Kondisi lingkungan Pemukiman Kaliasin terletak 7km dari pusat Kota Singkawang. Jika kita berkendara dari Singkawang menuju perjalanan arah Pontianak lokasinya disebelah kiri jalan dengan Landmark sebuah Pekong yang bersebelahan dengan tiang yang menjulang tinggi. Konon katanya saat Pemukiman Kaliasin mencapai puncak kejayaannya disaat itu profesi Nelayan menjadi Primadona dengan hasil Bumi yang melimpah, nah tiang itu berfungsi sebagai " Landmark " penanda sebuah Desa yang bernama " Jam Tang ". Kaliasin sekarang menjadi dua bagian yang pertama Kaliasin Luar, dan yang kedua Kaliasin Dalam.


Saat ini Pemukiman Kaliasin ( Jam Tang ) lebih dikenal sebagai sentra produksi Garam di Kota Singkawang. Letak Geografis : 108*56"313'BT 0*52"158'LU.
Nah inilah salah satu Cagar Budaya ( Singkawang Heritage ) yang masih berdiri bangunannya dan tampak ada sampai sekarang. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita masih bisa melihat dan tahu Sejarah Singkawang Heritage tsb.
Gambar Plang Tanda yang diberikan oleh Pemkot
Plang tanda dari Pemkot
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

PEMUKIMAN SEDAU PASAR

Latar Belakang Sejarah

Pemukiman Sedau Pasar ( Ng Liau / A Tjap Kong ) adalah Pemukiman orang Tionghoa yang dalam Bahasa Khek berarti Pasar Ikan. Daerah tsb terletak di Kelurahan Sedau, Kecamatan Singkawang Selatan. Beriring perkembangannya " Ng Liau " berganti nama menjadi " A Tjap Kong " yang dapat diartikan sebagai " Pemukiman Sungai Nipah " dan saat ini pemukiman tsb dikenal sebagai " Sedau Pasar ".

Berikut Penampakan Gambar Pemukiman Sedau Pasar ;
salah satu foto bangunan yang masih utuh di pemukiman sedau pasar - ng liau/ a tjap kong
gambar bangunan lama yang masih terawat
Secara umum arsitektur bangunan di pemukiman ini terdiri atas beberapa bangunan yang berbentuk rumah dempet yang memanjang dengan menggunakan satu atap, seperti asrama kebanyakan. Bedanya dengan rumah dempet asrama bangunan tsb memiliki arsitektur yang cukup unik, keunikan tsb terletak pada dinding depan bangunan yang dapat dibongkar pasang. konstruksi dinding yang berbahan kayu ini disusun secara horizontal dengan cara merapatkan kayu-kayu yang pada bagian ujungnya dilekatkan pada sekat yang berada disetiap sudut bangunan. Dinding-dinding tsb biasanya dilepas pada saat-saat tertentu, misalnya pada saat upacara kematian dan pada saat musim kemarau.
foto bangunan pemukiman pasar sedau - ng liau tampak masih utuh dan masih terawat
gambar pemukiman Ng Liau tampak dari depan
Pemukiman " Ng Liau " berada ditepian Sungai Pasar Sedau Besar yang mendukung corak mata pencarian masyarakat sekitar menjadi Nelayan ( meskipun saat ini tidak banyak lagi yang menjadi nelayan ). Bangunan dengan pola linear tsb saling berhadapan dengan orientasi Timur-Barat, menurut keyakinan Feng Sui Tionghoa arah tsb berhubungan dengan warna keemasan sinar matahari yang menyimbolkan Kekayaan, Kemakmuran, Kesuburan, Keceriaan. 
foto bangunan Ng Liau terbaru 2017 masih terlihat sama pada jamannya tempo dulu
gambar bangunan Ng Liau lainnya
Bentuk arsitektur bangunan di " Ng Liau " dibagian lantai, serambi masih menggunakan kayu yang disusun rapi rapat dan diujungnya disekat, bangunan dibangun agak tinggi dari permukaan tanah untuk menghindari air pasang atau banjir ( sebagian bangunan masih dengan arsitektur lama, tetapi ada juga yang sudah merenovasi bangunan tsb layaknya ruko ).  
plang tanda dari Pemerintah Kota untuk Singkawang Heritage
Plang tanda dari Pemerintah Kota Singkawang 
Saat ini Pemukiman Sedau Pasar ( Ng Liau - A Tjap Kong ) lebih dikenal sebagai sentra produksi terasi/belacan di Kota Singkawang. Letak Geografis : 108*55"434 BT 0*51"558 BT.
Nah inilah salah satu Cagar Budaya ( Singkawang Heritage ) yang masih berdiri bangunannya dan tampak ada sampai sekarang. Suatu kebanggaan tersendiri bagi kita masih bisa melihat dan tahu Sejarah Singkawang Heritage tsb.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

SINGKAWANG HISTORY

Cagar Budaya Singkawang

Singkawang Heritage (Sebuah Kajian Arkeologi dan Cagar Budaya), atau dapat diartikan Pusaka Singkawang adalah segala hasil cipta, karsa, rasa, dan karya yang ISTIMEWA Kota Singkawang secara sendiri-sendiri, sebagai kesatuan Bangsa, dan dalam interaksinya dengan budaya lain sepanjang sejarah keberadaannya. Dan sudah tentu yang namanya Pusaka tak ternilai harganya, bahkan sudah sepantasnya dijaga, dipelihara, serta dilestarikan.
inilah salah satu gambar cagar budaya, singkawang heritage.
salah satu foto cagar budaya 
Menurut Singkawang Heritage Cagar Budaya yang terdiri dari 19 objek bangunan dan kawasan harus di pelihara atau di jaga bahkan di tata dengan baik, agar Cagar Budaya tetap terselamatkan. Cagar Budya adalah salah satu inovasi visi dan misi dari pemerintahan Kota Singkawang sekaligus sebagai jawaban atas amanah UUD 1945 & lebih rinci pada UU No. 11 Tahun 2010.

Pepatah bijak selalu mengatakan , " ambil yang baik buang yang buruk ". Sepahit apapun sebuah peristiwa masa lalu akan membawa kebaikan bahkan keuntungan dikemudian hari. Tinggalam masa lalu menjadi warisan yang harus dijaga dan dilestarikan agar anak cucu kita kelak "kebagian " menjadi saksi perjalanan Kota Singkawang menjadi Kota yang besar.

Ada suatu keyakinan bahwa yang sedang dan telah kita lakukan untuk melestarikan warisan Cagar Budaya akan membawa dampak yang baik bagi semua sektor kehidupan, dan tentu menambah khasanah keilmuan serta memperkaya informasi.
Saat ini mengenai Informasi Kota Singkawang yang sebelumnya telah terkenal sebagai Kota tujuan Wisata dan Budaya di Kalimantan Barat. beberapa Kota di Indonesia mulai menggalakkan Wisata Kota untuk menarik para Turis yang mencari alternatif destinasi berwisata. Jika awamnya para Turis mencari tempat eksotik karena keindahan alam , kini banyak juga para Turis yang berWisata dengan tujuan " mengenang kembali " suatu memori.

Wisata Kota adalah salah satu untuk para Turis mendapatkan kembali " chemistry " kisah-kisah yang lalu dengan " bantuan " melihat kembali suatu tempat, bangunan, tugu/monumen yang terdapat di dalam sebuah kota. Untuk menciptakan hal tersebut , maka sebuah kota melakukan penataan terhadap kawasan yang pernah menjadi pusat-pusat dari sebuah kompleksitas fungsi kegiatan Ekonomi, Social, Budaya yang mengakumulasi makna kesejahteraan ( historical significance ) serta memiliki kekayaan Tipologi dan Morfologi Urban Heritage yang berupa Historical Site, Historical Distric, dan Historical Cultural.

Perlunya melestarikan suatu kawasan Cagar Budaya harus didasari oleh dukungan kepada semua pihak, setidaknya ada 3 (tiga) hal yang harus kita tanamkan di diri kita masing-masing, seperti ;
  • Hal yang pertama ialah Kawasan Cagar Budaya adalah milik bersama; kawasan Cagar Budaya merefleksikan keunikan, konteks dari suatu kawasan, kota, atau bahkan suatu Negara, sehingga pelestarian Cagar Budaya berarti menjaga barang publik yang dapat dipergunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dan membangun rasa memiliki dalam masyarakat
  • Hal yang kedua adalah Pelestarian kawasan Cagar Budaya dapat membantu pemerintah dalam pengembangan ekonomi. Berdasarkan hal yang terjadi di negara-negara maju, seperti Inggris, Amerika, pelestarian Cagar Budaya tidak bisa bergantung pada pemerintah saja. Kekuatan sosial dan pasar berperan penting dalam hal ini. Pada gilirannya, kawasan Cagar Budaya yang telah dikelola dan dikonservasi dengan baik, akan dapat menghasilkan keuntungan bagi daerah tersebut
  • Hal yang terakhir adalah Sebagai salah satu perwujudan dari pembangunan berkelanjutan. Pelestarian kawasan Cagar Budaya merupakan salah satu isu penting dalam pembangunan berkelanjutan. Dengan melakukan pelestarian suatu Cagar Budaya, dan menghidupkannya kembali dengan cara yang baru, merupakan salah satu bentuk realisasi pembangunan berkelanjutan yang efektif

Mengenal Cagar Budaya Singkawang

Keberadaan Cagar Budaya , sangat penting nilainya bagi sebuah Kota dan Bangsa. untuk itu, perlu dilestarikan, dilindungi, dan dipelihara secara terus menerus, agar dapat terjamin kondisi keterawatan dan keasliannya, serta dapat dimanfaatkan masyarakat luas.
Namun eksistensi sebuah Cagar Budaya terkadang mengalami " kekalahan " demi pembangunan yang juga mengatasnamakan kepentingan masyarakat. Untuk itu sebuah komitmen harus dibangun dengan mengusung prinsip bahwa pembangunan harus bersinergi dengan keberadaan sebuah Cagar Budaya. Mungkin oleh beberapa pihak, mungkin hal tersebut sangat sulit terwujud karena terjadi hal kepentingan.
Untuk itulah diperlukan sikap toleran dan saling menghargai sehingga melahirkan kesepahaman. Perbedaan bukan untuk dipertentangkan namun harus diselaraskan demi mencapai tujuan bersama.

Berikut 19 (sembilan belas) Daftar Nama Cagar Budaya yang terdiri dari bangunan dan kawasan di Kota Singkawang ;
  1. Pemukiman Sedau Pasar
  2. Pemukiman kaliasin
  3. Tungku Naga
  4. Rumah Kapitan Cina
  5. Rumah Kapitan Tambi
  6. Gong Perdamaian
  7. Rumah Marga Tjhia
  8. Klenteng Tri Dharma Bumi Raya
  9. Masjid Raya Singkawang
  10. Tugu Penyerahan Kedaulatan
  11. Mess Daerah Kota dan Kantor PM
  12. Gedung Vetor
  13. Gedung Landraad
  14. Kumpulan Rumah Petinggi Belanda
  15. Gereja SF.Asisi
  16. Susteran SFIC
  17. Komplek Alverno
  18. Water Toren ( Menara Air PDAM )
  19. ANIEM ( Algemene Nederland Indie Matschapij )
Nah itulah daftar list Cagar Budaya Bangunan dan Kawasan yang terdapat di Kota Singkawang.
Mohon maaf jika ada kata atau penulisan yang salah atau sumber yang tidak lengkap, karena kami ingin berbagi info yang mungkin banyak atau belum mengetahui Artikel tersebut. Dari yang tidak tahu menjadi tahu, dari tahu menjadi mengerti, dari mengerti timbul rasa empati. Sehingga dengan adanya Artikel Sejarah dan Cagar Budaya kita dapat meraih masa depan yang lebih baik, Amin :)

Khususnya kepada generasi muda yang masih awam tentang pentingnya menjaga Cagar Budaya tersebut. Upaya pelestarian Cagar Budaya sejatinya memang menjadi tanggung jawab Pemerintah, tetapi jika tidak mendapat dukungan dari masyarakatnya maka menjadi sia-sia.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

INFORMASI HASIL PILKADA SINGKAWANG


Pilkada Singkawang
 

SINGKAWANG, - Pada tanggal 15 Februari 2017 kemarin Indonesia Melaksanakan PILKADA2017 serentak yang di ikuti oleh 101 daerah, dengan rincian pilkada gubernur di tujuh provinsi antara lain Aceh, Bangka Belitung, Banten, DKI Jakarta, Sulawesi Barat, Gorontalo dan Papua Barat. Sedangkan untuk pilkada pemilihan bupati dan wakil bupati digelar di 76 kabupaten dan pilkada wali kota dan wakil wali kota digelar di 18 kota. Dan Kota Singkawang melaksanakan Pilkada ( Pemilihan Kepala Daerah ) 2017 wali kota dan wakil walikota.

Berikut daftar paslon yang mengikuti Pilkada 2017 di Kota Singkawang :
  1. MAS - Tjhai Nyit Khim, SH dan H. Suriyadi. MS., S.Sos M.Si
  2. CHAIR - Tjhai Chui Mie, SE dan Drs. H. Irwan, M.Si
  3. AM - H.Abdul Mutalib, SE, ME dan Muhammadin, SE
  4. ANNUR - Andi Syarif T.U.W., ST, MT, M.Si (Han) dan dr. H. Nurmansyah., M.Kes
Dan hasilnya adalah no.urut 2. CHAIR ; Tjhai Chui Mie, SE dan Drs. H. Irwan, M.Si sebagai Paslon yang berhasil menjadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih Periode 2017 - 2022.

Berikut table hasil penghitungan TPS dari form C1 Kota Singkawang;

Gambar Presentase Hasil Hitung TPS (Form C1)
sumber KPU Data hasil Pilkada berdasarkan entry data Model C1 merupakan hasil sementara dan bukan hasil final. Jika terdapat kesalahan dalam Model C1 akan dilakukan perbaikan pada proses rekapitulasi ditingkat atasnya.

Semoga dengan terpilihnya WaliKota dan Wakil WaliKota Periode 2017 - 2022 ini, Kota Singkawang menjadi Kota yang semakin HEBAT seperti Visi & Misi Beliau adalah "SINGKAWANG HEBAT" yang artinya Harmonis dalam semua aspek, Ekonomi kerakyatan yang Bersih, Adil merata dan Tangguh. Dan Semoga Amanah dalam menjalankan Pemerintahan Kota Singkawang.

NOMOR TELEPON PENTING DI KOTA SINGKAWANG

Daftar Telepon Penting di Kota Singkawang



Berikut daftar nama dan nomor telepon penting kota singkawang yang wajib anda ketahui :

POLRES Singkawang (0562) 631150
POS Lalu Lintas (0562) 631024
PMI (0562) 631141
TELKOM (0562) 634480
Gangguan PLN (0562) 631032
RSUD dr. Abdul Azis (0562) 631798
RS Harapan Bersama (0562) 632589
RS Vincentius (0562) 631008
RS DKT (0562) 635171
RSJ Buduk (0562) 638995
PMK Bhakti Suci (0562) 631514
PMK Tua Pekong (0562) 637473
PMK Widya Bhakti (0562) 633304
PMK Dwi Tunggal (0562) 631032

SEJARAH SINGKAT KOTA SINGKAWANG

Gambar Tata Letak atau Peta Kota Singkawang
Gambar Peta Kota Singkawang

Singkawang,- Tahukah anda bahwa Singkawang adalah Kota kedua yang terbesar di Provinsi Kalimantan Barat - Indonesia. Kota yang berjarak 145 km dari Kota Pontianak ini terkenal dengan berbagai ragam corak atau kultur yang terdapat di dalamnya. Seperti tempat Wisata, Kuliner, Seni & Budaya, Perpaduan Suku Bahasa Etnis yang ada seperti Tionghoa, Dayak , Melayu, dan berbagai macam lainnya. Wajar saja pada awal Tahun 2013 Kota Singkawang mulai banyak di datangi para Wisatawan atau Pelancong dari Luar Daerah, Dalam Negeri atau bahkan Luar Negeri (turis).

MENGENAL SEJARAH SINGKAWANG

Menurut Wikipedia awalnya Singkawang merupakan sebuah desa bagian dari wilayah kesultanan Sambas, Desa Singkawang sebagai tempat singgah para pedagang dan penambang emas dari Monterado. Para penambang dan pedagang yang kebanyakan berasal dari negeri China, sebelum mereka menuju Monterado terlebih dahulu beristirahat di Singkawang, sedangkan para penambang emas di Monterado yang sudah lama sering beristirahat di Singkawang untuk melepas kepenatannya dan Singkawang juga sebagai tempat transit pengangkutan hasil tambang emas (serbuk emas). Waktu itu, mereka (orang Tionghoa) menyebut Singkawang dengan kata San Keuw Jong (Bahasa Hakka), mereka berasumsi dari sisi geografis bahwa Singkawang yang berbatasan langsung dengan laut Natuna serta terdapat pengunungan dan sungai, dimana airnya mengalir dari pegunungan melalui sungai sampai ke muara laut. Melihat perkembangan Singkawang yang dinilai oleh mereka yang cukup menjanjikan, sehingga antara penambang tersebut beralih profesi ada yang menjadi petani dan pedagang di Singkawang yang pada akhirnya para penambang tersebut tinggal dan menetap di Singkawang.

Menurut Sumber yang ada, asal usul kata Singkawang memiliki 2 (dua) alur cerita yang berbeda. Diantaranya yaitu :
  1. Yang Pertama Kata Singkawang di ambil dari nama tanaman Tengkawang yang hanya terdapat di hutan tropis. Dan pada tahun 1834 Singkawang mulai di kenal orang bangsa eropa dengan kata Sinkawan dikarenakan seorang ahli penulis bernama George Windwor Earl yang menyebut Singkawang dengan kata Sinkawan di buku nya yang berjudul buku The Eastern Seas. Dan ada juga sumber Catatan lainnya didapat dari salah satu penulis G.F De Bruijn yang terkandung dalam De Volken Van Nederlandsch Indie (1920) berjudul De Maleirs yang terjemahannya berbunyi : " . . . . . . .
    beberapa puluh mil di sebelah selatan kerajaan (Sambas) dibangun sebuah kota yang dimaksud sebagai kota pemerintahan (Belanda)
  2. Dan yang Kedua menurut cerita rakyat yang tersebar adanya Kisah 7 opsir anggota pasukan Kubilai Khan. Pasukan yang dipimpin oleh 3 jenderal itu – I-heh Mishih, Shihpi, dan Kau Hsing – dikirim oleh kaisar untuk menghukum “raja Jawa” yang pernah menghina utusan kaisar. Raja Jawa yang dimaksud adalah Sri Kertanegara, raja Singasari. Akan terapi pasukan Cina itu berhasil diperdayai oleh Sri Wijaya (pendiri kerajaan Majapahit). Sehingga pada tanggal 31 Mei 1293 seluruh pasukan Cina itu tergopoh-gopoh mening-galkan Jawa. Dalam pelayaran kembali ke daratan Cina itulah, dalam keadaan kelelahan, kapal mereka diserang badai. Mereka terpaksa mendarat di pantai barat Kalimantan untuk memperbaiki kapal. Pada waktu berlayar kembali, 7 orang opsir temyata tidak terbawa serta. Ketujuh opsir itu kemudian hidup menetap di Singkawang dan menikah dengan gadis-gadis setempat.
Nah demikianlah Sejarah singkat Asal Usul Kota Singkawang Terbentuk. Untuk Sejarah Pembentukan Singkawang menjadi sebuah Kota, silahkan Baca : Sejarah Pembentukan Kota Singkawang.

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu.

KOTA SINGKAWANG - KOTA AMOY

AMOY !!!

Apa itu Amoy ?? Seringkali kita mendengar kata atau ucapan " Amoy " yang biasa terucap dari orang-orang sekitar ( khususnya di daerah Kalimantan Barat - Kota Singkawang dan sekitarnya ) untuk memanggil Gadis dari Etnis Tionghoa.
Nah kali ini Admin akan mencari info-info mengenai " AMOY " tsb, so Let's Go...
Menurut info yang Admin ketahui Amoy adalah sebuah kata / sebutan atau panggilan bagi gadis belia - perempuan muda yang belum menikah ( gadis yang mulai beranjak dewasa sejak umur 13 s/d 18 thn ). Sebenarnya kata amoy itu merupakan serapan dari amoi yang dalam bahasa Hokkian artinya harfiah adik perempuan. Kota Amoy adalah julukan yang diberikan untuk Kota Singkawang, Kalimantan Barat - Indonesia, selain itu Singkawang juga dijuluki Kota Seribu Kelenteng.
Berikut ini beberapa foto/gambar Amoy :

gambar amoy singkawang

Amoy (gadis) Singkawang memperlihatkan kecantikan mereka dalam baluran busana Cheongsam. Busana Cheongsam adalah busana khas wanita China yang terkenal di seluruh dunia, Busana khas orang Tionghoa yang memiliki berbagai corak atau motif diantaranya ular naga, lampion dan juga burung. Cheongsam disebut juga qipao.

gambar Ako & Amoy Hakka Contest Singkawang Kalimantan Barat

Ako & Amoy HAKKA Contest Kalimantan Barat.

Foto amoy singkawang saat mengikuti acara pawai lampion tahunan
foto amoy singkawang
SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu, SUBSCRIBE kami dengan cara isi alamat e-mail kamu di kolom bawah Gratis, Trims.

SEJARAH PEMBENTUKAN KOTA SINGKAWANG

inilah logo atau lambang pemerintahan kota singkawang, kalimantan barat - indonesia
Lambang Kota Singkawang
Kota Singkawang atau San Keuw Jong (Hanzi: 山口洋 hanyu pinyin: Shānkǒu Yáng) adalah sebuah kota di Kalimantan Barat, Indonesia yang terletak sekitar 145 km sebelah utara dari Kota Pontianak, Ibukota Provinsi Kalimantan Barat, dan dikelilingi oleh pegunungan Pasi, Poteng, dan Sakok. Nama Singkawang berasal dari bahasa Hakka, San khew jong yang mengacu pada sebuah kota di bukit dekat laut dan estuari.

PEMBENTUKAN KOTA SINGKAWANG

Kota Singkawang pada mulanya merupakan bagian dari Wilayah Kabupaten Sambas sebagaimana ditetapkan dalam Undang-Undang Darurat Nomor 3 Tahun 1959 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan.
Berdasarkan hasil kesepakatan Rapat DPRD-GR Tingkat II Sambas Tahun 1964, diwacanakan Kabupaten Sambas dibagi menjadi 2 (dua) Kabupaten yaitu :
  1. Kabupaten Sambas terdiri dari Wilayah Kewedanaan Sambas dan Wilayah Kewedanaan Pemangkat, dengan batas wilayahnya Sungai Sebangkau dengan Ibukotanya di Sambas.
  2. Kabupaten Singkawang terdiri dari Wilayah Kewedanaan Singkawang dan Kewedanaan Bengkayang dengan Ibukotanya di Singkawang.
Menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1974 di wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II dapat dibentuk Kota Administratif. Berdasarkan ketentuan tersebut dengan Peraturan Pemerintahan Nomor 49 Tahun 1981 tentang Pembentukan Kota Administratif Singkawang maka Kota Singkawang mendapatkan status sebagai Kota Administratif yang diresmikan pembentukannya oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden pada tanggal 17 Februari 1982.

Dalam rangka pelaksanaan Program Otonomi Percontohan Tahun 1996 sebagai Kota Administratif Singkawang, Daerah Tingkat II Sambas, telah ditetapkan sebagai salah satu Daerah Otonom Tingkat II Percontohan di Indonesia. Setelah menjalani masa Otonomi Percontohan, masyarakat menyuarakan aspirasi untuk pemekaran wilayah Daerah Tingkat II Sambas dan selanjutnya Pemerintah Daerah Tingkat II Sambas melalui Keputusan Bupati KDH Tingkat II Sambas Nomor 326 Tahun 1994 tanggal 14 Oktober 1994 membentuk Tim Pengkajian Pemekaran Wilayah di Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas yang kemudian disempurnakan dengan Keputusan Bupati KDH Tingkat II Sambas - Nomor 406 Tahun 1996  tanggal 18 Oktober 1996 tentang Tim Penelitian dan Evaluasi Pemekaran Daerah Tingkat II Sambas.

Selanjutnya hasil kajian Tim yang dibentuk oleh Bupati Sambas tersebut disampaikan kepada DPRD Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas melalui Surat Bupati KDH Tingkat II Sambas Nomor 135/083/Tapem tanggal 29 Januari 1997 perihal Usul Pemekaran Wilayah, dan mendapatkan dukungan/persetujuan dari DPRD Tingkat II Sambas yang tertuang dalam Keputusan DPRD Tingkat II Sambas Nomor DPRD 12 Tahun 1997 tanggal 29 Maret 1997 dengan kesepakatan sebagai berikut :
  1. Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas dengan Ibukotanya di Sambas.
  2. Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang dengan Ibukotanya di Bengkayang.
  3. Kabupaten Daerah Tingkat II Singkawang dengan Ibukotanya di Singkawang.
Usul Pemekaran Wilayah Daerah Tingkat II juga didukung oleh Pemerintahan Daerah Tingkat I Kalimantan Barat dan DPRD Tingkat I Kalimantan Barat melalui surat Gubernur KDH Tingkat I Kalimantan Barat Nomor 118 / 2313 / Pem-C- tanggal 5 Juli 1997 dan Keputusan DPRD Tingkat I Kalimantan Barat Nomor DPRD 6 Tahun 1998 tentang persetujuan usul Pemekaran Wilayah Daerah Tingkat II di Provinsi Kalimantan Barat yang disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

Terhadap aspirasi tersebut, Pemerintah Pusat akhirnya menyetujui dengan melahirkan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang dengan Ibukota Bengkayang dan Ibukota Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas dipindahkan dari Singkawang ke Sambas. Dengan demikian dari 3 (tiga) Daerah Otonom yang diusulkan berdasarkan aspirasi masyarakat tersebut hanya Kabupaten Bengkayang dan Kabupaten Sambas yang direstui Pemerintahan pusat keberadaannya sedangkan Kota Administratif Singkawang dimasukan ke dalam Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang.

Dengan mencermati Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, seluruh elemen masyarakat terus melaksanakan perjuangan peningkatan status Kota Administratif Singkawang menjadi Daerah Otonom.

Melihat antusiasme masyarakat yang begitu besar, Gubernur KDH Tingkat I Kalimantan Barat segera meresponnya dengan melayangkan Surat kepada Menteri  Dalam Negeri Up. Dirjen Pemerintahan Umum dan Otonomi Daerah melalui Surat Nomor : 135 / 2826 / Pem-C tanggal 4 Agustus 1999 perihal Peningkatan Status Kota Administratif Singkawang. DPRD Tingkat I Kalimantan Barat terus memberikan dukungan terhadap aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada Gubernur KDH Tingkat I Provinsi Kalimantan Barat melalui Surat Nomor : 135.1 / 125 / DPRD tanggal 5 Agustus 1999.

Perjuangan pembentukan Kota Singkawang sebagai Daerah Otonom juga didukung oleh Bupati KDH Tingkat II Sambas dan DPRD Tingkat II Sambas melalui Surat Nomor : 135 / 580 / Tapem tanggal 9 Agustus 1999 dan Surat Nomor : 125 / 66 / DPRD tanggal 9 Agustus 1999 yang mengusulkan peningkatan status Kota Administratif Singkawang dengan memasukkan Kecamatan  Tujuh Belas kedalamnya, yang ditujukan kepada Menteri Dalam Negeri melalui Gubernur KDH Tingkat I Kalimantan Barat.

Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang juga mendukung peningkatan status Kota Administratif  Singkawang menjadi Pemerintah Kota Otonom melalui Surat Nomor : 100 / 125 / Pem tanggal 12 Agustus 1999 yang ditujukan kepada Gubernur KDH Tingkat I Kalimantan Barat.

Dukungan untuk peningkatan Kota Administratif Singkawang menjadi Daerah Otonom terus mengalir, baik dari kelompok masyarakat di Kota Singakwang, Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang maupun dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.

Gubernur KDH Tingkat I Kalimantan Barat bersama Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Sambas dan Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Bengkayang melalui Tim penyusunan Profil Kota Singkawang yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Bersama antara Bupati KDH Tingkat II Sambas dan Penjabat Bupati KDH Tingkat II Bengkayang Nomor : 257 / 1999 dan Nomor 1a Tahun 1999 tanggal 28 September 1999 telah menyusun Profil Kota Singkawang sebagai salah satu syarat yang harus disampaikan dalam Peningkatan Status Kota Administratif Singkawang menjadi Daerah Otonom.

Pada tanggal 4 Juli Tahun 2000, Gubernur Kalimantan Barat melayangkan Surat kepada Menteri Dalam Negeri perihal Pembentukan Daerah Kota Singkawang dengan Nomor : 135 / 2306 / Pem-C tanggal 19 September 2000 tentang Persetujuan Usul Peningkatan Kota Administratif Singkawang menjadi Pemerintah Kota.

Peningkatan Status Kota Administratif Singkawang menjadi Daerah Otonom harus didukung oleh sarana dan prasarana fisik yang memadai. Oleh karena itu, Bupati Sambas dan Ketua DPRD Sambas memberikan dukungannya untuk menyiapkan sarana dan prasarana fisik perlengkapan kepada Pemerintah Kota Singkawang sebagai modal pangkal sepanjang Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat belum sepenuhnya memberikan bantuan infrastruktur untuk kepentingan Pemerintah Kota yang bersangkutan, melalui Surat Nomor : 125 / 705 / Tapem dan Nomor : 125 / 125 / DPRD tanggal 7 November 2000.

Agar pelaksanaan Pemerintahan Kota segera terwujud Bupati Bengkayang segera melayangkan Surat kepada Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah melalui Surat Nomor 2 / 135 / 1012 / Pem tanggal 8 November 2000 perihal Mohon Dipercepat Pembentukan Pemerintahan Kota Singkawang. DPRD Kabupaten Bengkayang juga mendukung Peningkatan Kota Administratif Singkawang menjadi Pemerintah Kota Singkawang melalui Surat Keputusan DPRD Kabupaten Bengkayang Nomor DPRD / 04 / Tahun 2000 tentang Persetujuan Usul Peningkatan Kota Administratif Singkawang menjadi Pemerintah Kota.

Akhirnya perjuangan mewujudkan Pemerintah Kota Singkawang oleh seluruh elemen baik Eksukutif, Legislatif maupun elemen masyarakat, membuahkan hasil dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2001 tentang " Pembentukan Kota Singkawang " yang diresmikan tanggal 17 Oktober 2001 di Jakarta oleh Bapak Hari Sabarno, Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Atas Nama Presiden Republik Indonesia. Dan selanjutnya pada Tahun yang sama dilaksanakan Pelantikan Penjabat Walikota Singkawang yaitu Drs. AWANG ISHAK, M.Si oleh Gubernur Kalimantan Barat tanggal 25 Oktober 2000 di Kota Singkawang berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 131.41-351 tanggal 13 September 2001.

Dengan dilantiknya Penjabat Walikota Singkawang maka dimulailah Penyelenggaraan Pemerintahan Kota Singkawang dengan Motto " BERSATU UNTUK MAJU " sebagai pemacu dalam melaksanakan tugas untuk mewujudkan cita-cita masyarakat Kota Singkawang mencapai kesejahteraan.

hasil capture google maps kota singkawang 2017
capture google maps singkawang
Nah demikianlah Sejarah Pembentukan Singkawang menjadi sebuah Kota. Untuk Sejarah Asal-Usul Singkawang atau Asal Muasal Singkawang, silahkan Baca : SEJARAH SINGKAT KOTA SINGKAWANG

SHARE dan COMMENT jika Artikel ini bermanfaat bagi kamu.